{"id":1075,"date":"2023-09-04T15:36:43","date_gmt":"2023-09-04T08:36:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/?p=1075"},"modified":"2023-09-05T07:27:55","modified_gmt":"2023-09-05T00:27:55","slug":"tempat-bersejarah-riau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/tempat-bersejarah-riau","title":{"rendered":"7 Tempat Bersejarah di Riau yang Menarik Dikunjungi"},"content":{"rendered":"<p>Masing masing daerah di Indonesia memang memiliki keunikan tersendiri. Begitu juga dengan Riau yang memiliki Ibukota Pekanbaru. Sebelumnya, Riau identik dengan perkebunan sawit juga minyak bumi. Tetapi ternyata ada beberapa tempat bersejarah di Riau yang menjadi bukti kekayaan wisata sejarahnya, bangunannya banyak dipadukan budaya Melayu tempo dulu.<\/p>\n<p>Hingga kini beberapa bangunan tersebut masih berdiri kokoh dengan arsitektur yang juga khas. Peninggalan sejarah ini nyaris terlupakan, tetapi cerita dibalik kejayaannya hingga kini masih dikenang. Jika anda ingin menelusuri beberapa tempat bersejarah di Riau, anda bisa mengunjungi beberapa destinasi berikut. Dijamin liburan anda di Pekanbaru atau Riau semakin berkesan.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/tempat-bersejarah-riau\/#1_Rumah_Tinggi\" >1. Rumah Tinggi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/tempat-bersejarah-riau\/#2_Masjid_Raya_Pekanbaru\" >2. Masjid Raya Pekanbaru<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/tempat-bersejarah-riau\/#3_Taman_Tuan_Kadi\" >3. Taman Tuan Kadi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/tempat-bersejarah-riau\/#4_Benteng_Tujuh_Lapis\" >4. Benteng Tujuh Lapis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/tempat-bersejarah-riau\/#5_Istana_Hinggap\" >5. Istana Hinggap<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/tempat-bersejarah-riau\/#6_Tugu_Nol_Kilometer\" >6. Tugu Nol Kilometer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/tempat-bersejarah-riau\/#7_Pelabuhan_dan_Gudang_Pelindo\" >7. Pelabuhan dan Gudang Pelindo<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Rumah_Tinggi\"><\/span>1. Rumah Tinggi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1078\" aria-describedby=\"caption-attachment-1078\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1078\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Rumah-Tinggi.jpg\" alt=\"Rumah Tinggi\" width=\"640\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1078\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/riaupos.jawapos.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Riaupos.jawapos.com<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Rumah tinggi atau yang dikenal dengan rumah tenun berada di Pekanbaru. Seperti namanya, memang menjadi tempat untuk memproduksi kain tenun Melayu yang ada di Pekanbaru. Kain yang memiliki hiasan cantik dari benang sutra warna emas ini dibuat dengan menggunakan ATBM atau Alat Tenun Bukan Mesin.<\/p><!--CusAds0-->\n<p>Alat tradisional tersebut begitu khas dan dioperasikan dengan manual. Di sini, anda tentu bisa melihat secara langsung proses membuat kain tenun ini. Anda juga bisa melihat alat alat pembuatan lengkap dengan kain yang sudah jadi. Kain tenun yang dihasilkan sudah ada yang dibuat berbagai benda pakai seperti sarung, syal hingga selendang.<\/p>\n<p>Tempat bersejarah ini diperkirakan dibangun di tahun 1887 dan merupakan milik Yahya, yang merupakan tauke getah kondang di masa itu. Tidak hanya mengoleksi banyak kain tenun, sebenarnya Rumah Tinggi menjadi saksi perjuangan dalam merebut kemerdekaan kala itu. Bahkan dari masa pra kemerdekaan sampai masa penumpasan pemberontak PRRI.<\/p>\n<p>Rumah tinggi pada saat itu dijadikan sebagai dapur umum, gudang logistik dan juga basis pejuang Fisabilillah. Dahulu juga dapat ditinggali oleh KH Muhammad Syech yang merupakan menantu H. Yahya sekaligus imam besar Masjid Raya Pekanbaru dahulu. KH Muhammad Syech juga sempat menjabat sebagai kadi Sultan Siang dan rumah ini juga menjadi tempat mengaji anak anak.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>-; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/g.page\/rumah-tenun-kampung-bandar?share\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Jl. Perdagangan, Kampung Bandar, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Masjid_Raya_Pekanbaru\"><\/span>2. Masjid Raya Pekanbaru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1079\" aria-describedby=\"caption-attachment-1079\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1079\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Masjid-Raya-Pekanbaru.jpg\" alt=\"Masjid Raya Pekanbaru\" width=\"640\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1079\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/110317515981069860452\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Muhammad Refki<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sebelum dikenal dengan nama Masjid Raya Pekanbaru, Destinasi ini dikenal dengan nama Masjid Senapelan. Termasuk masjid megah yang dibangun di abad ke 18 tepatnya di tahun 1762. Anda tidak hanya bisa melakukan wisata religi, tetapi juga bisa mengagumi arsitekturnya yang begitu indah serta memiliki sentuhan seni tinggi.<\/p>\n<p>Keberadaan Masjid Agung ini juga menjadi bukti jika sebelumnya telah berdiri kerajaan Siak Sri Indrapura yang ada di Pekanbaru. Memang pendiri dari masjid cantik ini seorang raya Siak ke empat yang bernama Sultan Abdul Jalil. Pada saat itu ,Masjid Senapelan juga menjadi pusat dari Kerajaan Siak saat itu. Sebenarnya arsitektur yang diusung yakni Melayu juga Timur Tengah.<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<p>Desain dari tempat bersejarah ini dahulunya memang begitu menarik dengan warna kuning khas orang Melayu. Bagian luarnya juga dikelilingi dengan pintu yang bentuknya melengkung dan atapnya tiga susun. Di tahun 2009 sayangnya terjadi perampokan, bahkan pada desainnya. Membuat tampilan Masjid Raya Pekanbaru terlihat lebih modern saat ini.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>Gratis; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/d7vB8pC7CR3eGeUC9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Jl. Senapelan No.128, Kp. Bandar, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Taman_Tuan_Kadi\"><\/span>3. Taman Tuan Kadi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1080\" aria-describedby=\"caption-attachment-1080\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1080\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Taman-Tuan-Kadi.jpg\" alt=\"Taman Tuan Kadi\" width=\"640\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1080\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/109405854888664364430\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Danang Azmil<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Melanjutkan perjalanan menjelajah bangunan bangunan bersejarah, anda bisa mengunjungi Taman Tuan Kadi. Lokasinya dekat dengan pusat kota, sehingga anda tidak akan kesulitan untuk mencapainya. Taman cantik ini tidak hanya taman kota biasa, tetapi juga menjadi cagar budaya yang dibanggakan masyarakat Pekanbaru yang dikenal dengan Rumah Singgah Sultan.<\/p>\n<p>Bangunan rumah ini telah dibangun sejak tahun 1895 dan menjadi persinggahan bagi Sultan Sayrif Kasim II ketika sedang berada di Pekanbaru. Dimana rumah cantik ini merupakan rumah milik mertua Tuan Qadhi H Zakaria yang juga dikenal dengan Haji Nurdin Putih. Sebelum tempat bersejarah di <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/riau\">Riau<\/a> ini dekat sungai sehingga menggunakan rumah panggung.<\/p>\n<p>Di dalam rumah panggung ini, anda akan menemukan beberapa koleksi. Anda bisa melihat beberapa sudut yang penuh dengan foto sejarah Sungai Siak. Selain itu, di taman ini juga terdapat dulang yang merupakan tempat penyajian makanan ataupun beberapa benda lainnya. Setelahnya, anda bisa berburu foto kekinian di sekitar lokasi.<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>Rp 10.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/adxJipgY4Cxjyhb76\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Kampung Bandar, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Benteng_Tujuh_Lapis\"><\/span>4. Benteng Tujuh Lapis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1081\" aria-describedby=\"caption-attachment-1081\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1081\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Benteng-Tujuh-Lapis.jpg\" alt=\"Benteng Tujuh Lapis\" width=\"640\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1081\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/116120797995268554944\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Hasboy<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tidak lengkap rasanya jika anda tidak singgah ke Benteng Tujuh Lapis untuk menjelajah sejarah yang ada di Riau. Benteng ini merupakan peninggalan dari zaman kolonial Belanda dan digunakan untuk pertahanan perjuangan masyarakat. Benteng dibuat dari material tanah liat yang diambil dari Sungai Batang Sosa Tambusai, dan dibangun oleh masyarakat sekitar.<\/p><!--CusAds0-->\n<p>Diperkirakan dibangun di sekitar tahun 1835 dan cukup kokoh untuk dijadikan tempat berlindung. Benteng Tujuh Lapis juga menjadi salah satu cagar budaya yang dilindungi hingga saat ini. Tidak ada salahnya anda menapaki jejak sejarah di Riau dengan mengunjungi tempat bersejarah di Riau satu ini. Pasti akan memberikan pengalaman yang berbeda dan tidak terlupakan.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>Rp 20.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/xtGngSpX2RwQY4k6A\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Tambusai Tengah, Kec. Tambusai, Kab. Rokan Hulu, Riau.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Istana_Hinggap\"><\/span>5. Istana Hinggap<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1082\" aria-describedby=\"caption-attachment-1082\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1082\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Istana-Hinggap.jpg\" alt=\"Istana Hinggap\" width=\"640\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1082\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/103312336834143999570\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Andrew Pradana<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jika Rumah Singgah Sultan merupakan milik mertua Tuan Kadi, maka Istana Hinggap merupakan rumah miliknya sendiri. Dikenal dengan nama <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/istana-hinggap-sultan-siak\">Istana Hinggap<\/a> mengingat Sultan Syarif Kasim II sering menginap di rumah ini. Bahkan memiliki kamar khusus untuk Sultan ketika sedang menginap. Bangunan rumah ini bergaya art deco diperkirakan dibangun awal 1900 an.<\/p>\n<p>Hingga kini masih terlihat bentuk dan juga mempertahankan bangunan lama. walaupun sempat dilakukan pemugaran, tetapi hanya pada lantainya saja. Di masa kolonial, rumah cantik ini sempat dijadikan sebagai rumah sakit juga penjara. Selain itu juga sempat menjadi tempat rapat dalam membentuk Provinsi Riau. Ada banyak koleksi yang bisa anda temukan di dalamnya.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>Rp 5.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/LNCQK9ijMGY1NfNYA\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Kampung Bandar, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Tugu_Nol_Kilometer\"><\/span>6. Tugu Nol Kilometer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1083\" aria-describedby=\"caption-attachment-1083\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1083\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Tugu-Nol-Kilometer.jpg\" alt=\"Tugu Nol Kilometer\" width=\"640\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1083\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/113777344392264856760\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Ryanda Adiguna<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Bisa dikatakan jika tempat ini sangat berbeda dengan lainnya. Karena merupakan tugu dengan patok nol kilometer. Tugu ini juga sebagai penanda pembuatan jalan penghubung antara Pekanbaru ke Bangkinang dan Payakumbuh. Tugu Nol Kilometer ini merupakan peninggalan Belanda yang dibangun di tahun 1920.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>-; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/pr58872PP1LedzPm8\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Jl. Perdagangan, Kp. Dalam, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Pelabuhan_dan_Gudang_Pelindo\"><\/span>7. Pelabuhan dan Gudang Pelindo<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1084\" aria-describedby=\"caption-attachment-1084\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1084\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pelabuhan-dan-Gudang-Pelindo.jpeg\" alt=\"Pelabuhan dan Gudang Pelindo\" width=\"640\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1084\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Antaranews.com<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p>Selanjutnya anda juga bisa mengunjungi Pelabuhan serta Gudang Pelindo yang menjadi saksi bisu jayanya perdagangan Sumatera Timur ke Singapura. Pelabuhan lama ini juga dibangun oleh Belanda di tahun 1920 an. Pada saat itu pelabuhan banyak disinggahi kapal kapal KPM yang merupakan kapal dari perusahaan Pelayaran Belanda.<\/p>\n<p>Kapal kapal inilah yang membawa hasil alam dari berbagai wilayah Sumatera untuk dibawa ke Singapura. Selain pelabuhannya yang menyimpan banyak cerita di masa lalu, terdapat juga gudang Pelindo. Gudang gudang ini dulunya penuh dengan berbagai komoditas ataupun barang untuk dikirim ke kota lain dari Selat Malaka.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>-; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/fAJ9rB6ww5eHhRBU9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Jl. Saleh Abbas No.3, Kampung Dalam, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Ada banyak tempat bersejarah di Riau yang bisa anda kunjungi untuk menapaki sisa sisa sejarah di masa lampau. Beberapa bangunan mungkin sudah berubah, tetapi cerita sejarahnya akan tetap terkenang. Anda juga bisa lebih tahu akan sejarah bangsa sendiri dengan mengunjungi tempat tempat tersebut.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masing masing daerah di Indonesia memang memiliki keunikan tersendiri. Begitu juga dengan Riau yang memiliki<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1077,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[12],"class_list":["post-1075","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-riau","tag-wisata-sejarah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1075","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1075"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1075\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2647,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1075\/revisions\/2647"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1077"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1075"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1075"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1075"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}