{"id":1387,"date":"2023-10-07T15:13:34","date_gmt":"2023-10-07T08:13:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/?p=1387"},"modified":"2023-10-09T09:22:53","modified_gmt":"2023-10-09T02:22:53","slug":"museum-sri-serindit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-sri-serindit","title":{"rendered":"Museum Sri Serindit &#8211; Sejarah, Koleksi, Lokasi &#038; Ragam Aktivitas"},"content":{"rendered":"<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>Gratis; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/GaKdvo9VfZ5m7Js66\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Ranai Darat, Kec. Bunguran Timur, Kab. Natuna, Kepulauan Riau.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Berkunjung ke museum bisa menjadi salah satu <a href=\"https:\/\/www.andalastourism.com\/tempat-wisata-natuna\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">objek wisata<\/a> alternatif yang tak hanya menyenangkan namun juga syarat akan pengetahuan dan edukasi. Salah satu museum yang wajib masuk dalam list perjalanan anda adalah Museum Sri Serindit yang ada di Kabupaten Natuna. Museum ini merupakan satu satunya yang ada di Kabupaten Natuna.<\/p>\n<p>Museum yang punya banyak cerita bersejarah ini akan memberi anda pengetahuan baru tentang masa lalu dan budaya masyarakat setempat. Banyak peninggalan sejarah yang dipamerkan di museum ini yang berhubungan dengan Zaharudin atau Deng terdahulu. Sebelum berkunjung, yuk simak pembahasan tentang museum terkenal ini dibawah.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-sri-serindit\/#Sejarah_Singkat_Museum_Sri_Serindit\" >Sejarah Singkat Museum Sri Serindit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-sri-serindit\/#Koleksi_Museum_Sri_Serindit\" >Koleksi Museum Sri Serindit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-sri-serindit\/#Alamat_Rute_Lokasi_dan_Tiket_Masuk\" >Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-sri-serindit\/#Kegiatan_yang_Menarik_Dilakukan\" >Kegiatan yang Menarik Dilakukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-sri-serindit\/#Fasilitas_Wisata_yang_Tersedia\" >Fasilitas Wisata yang Tersedia<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Singkat_Museum_Sri_Serindit\"><\/span>Sejarah Singkat Museum Sri Serindit<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1389\" aria-describedby=\"caption-attachment-1389\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1389\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Sejarah-Museum-Sri-Serindit.jpg\" alt=\"Sejarah Museum Sri Serindit\" width=\"640\" height=\"339\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1389\" class=\"wp-caption-text\">Photo by\u00a0<a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/107199855895683623861\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Fahmi Adimara<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Museum yang dikenal dengan nama Sri Serindit ini sudah berdiri sejak tahun 2008 dan berada di bawah pengelolaan Lembaga Kajian Sejarah Kabupaten Natuna, Propinsi <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/kepulauan-riau\">Kepulauan Riau<\/a>. Pendiri museum ini bernama Zaharudin atau lebih dikenal dengam nama Deng. Sedangkan nama museum yaitu Sri Serindit diambil dari nama keris pusaka Datuk Kumbang.<\/p><!--CusAds0-->\n<p>Datuk Kumbang adalah seorang tokoh berpengaruh di Natuna pada masanya. Zaharudin atau Deng ini adalah mantan seorang pemburu harta karun yang bekerja bersama dengan kawan-kawannya. Harta karun yang ditemukannya itu kemudian dijual kepada kolektor asing. Perburuan harta karun ini dilakukan pada tahun 1965 di tepi Sungai Ranai.<\/p>\n<p>Zaharudin sudah tidak lagi menjadi pemburu harta karun sehingga sudah beralih menjadi penyelamat harta karun. Banyak harta karun yang ditemukannya tidak lagi dijual kepada kolektor asing. Namun harta karun dan juga berbagai artefak kuno ini kemudian diselamatkannya dan dijadikan sebagai koleksi di Museum Sri Serindit tersebut.<\/p>\n<p>Pada awalnya, pembangunan Museum ini berasal dari hasil penjualan kerangka monster laut yaitu Gajah Mina. Hewan ini merupakan sejenis mamalia langka yang bentuknya menyerupai paus. Koleksi kerangka langka ini berhasil dijual dan mencapai angka Rp. 600 juta pada saat itu dan uangnya digunakan untuk membangun Museum terkenal di Natuna ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Koleksi_Museum_Sri_Serindit\"><\/span>Koleksi Museum Sri Serindit<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1390\" aria-describedby=\"caption-attachment-1390\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1390\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Koleksi-Museum-Sri-Serindit.jpg\" alt=\"Koleksi Museum Sri Serindit\" width=\"640\" height=\"339\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1390\" class=\"wp-caption-text\">Photo by\u00a0<a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/107199855895683623861\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Fahmi Adimara<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<h3>\u2726 Keramik Berusia Ratusan Tahun<\/h3>\n<p>Koleksi harta karun yang juga merupakan benda purbakala yang dipamerkan di Museum Sri Serindit sangat banyak. Tercatat benda purbakala tersebut bisa mencapai 10.000 koleksi dan tersimpan dengan rapi. Namun yang udah di data masih sekitar 1500 benda purbakala dari total semua koleksi yang ada.<\/p>\n<p>Koleksi yang paling banyak yaitu sekitar 80 persen adalah keramik yang berusia ratusan tahun. Keramik ini berasal dari China, Belanda, Jepang, Asia Tenggara, Eropa dan Jawa. Sedangkan untuk koleksi barang China yang terkumpul adalah barang-barang dari zaman Dinasti Shang (1600 &#8211; 1046 SM) sampai zaman Dinasti Ming (1368 &#8211; 1644 M).<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<h3>\u2726 Alat Rumah Tangga Tradisional<\/h3>\n<p>Salah satu koleksi lainnya yang dipamerkan di Museum Sri Serindit ini adalah berbagai jenis peralatan rumah tangga. Jumlah artefak kuno ini kurang lebih 15 persen dari jumlah total artefak yang tersimpan di dalam museum. Beberapa jenis alat makan tersebut berupa kuningan yang berasal dari sumbangan masyarakat Natuna.<\/p>\n<h3>\u2726 Senjata Milik Sultan Muda Riau<\/h3>\n<p>Koleksi lainnya yang tak kalah menarik adalah senjata yang dahulu digunakan oleh Sultan Muda Riau. Beberapa jenis senjata tersebut adalah seperti meriam, keris tosan aji, pedang kolonial, botol-botol persia hingga koleksi perak milik Sultan Muda Riau terdahulu. Koleksi artefak kuno ini bisa anda lihat dan terawat dengan baik di museum ini.<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<h3>\u2726 Peninggalan Cina Kuno<\/h3>\n<p>Peninggalan berupa artefak lainnya yang tak kalah menarik di Museum Sri Serindit adalah dari Bangsa Cina. Terdapat beberapa bangkai kapal yang berasal dari Cina, Inggris, Belanda, bahkan dari Rusia. Bangkai kapal ini dulunya ditemukan di perairan Natuna. Tak hanya itu, namun di dalam museum juga terdapat harta karun berupa guci buatan China dan botol wine bertahun 1882 sebanyak 8 buah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alamat_Rute_Lokasi_dan_Tiket_Masuk\"><\/span>Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1391\" aria-describedby=\"caption-attachment-1391\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1391\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Alamat-Museum-Sri-Serindit.jpg\" alt=\"Alamat Museum Sri Serindit\" width=\"640\" height=\"339\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1391\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/107199855895683623861\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Fahmi Adimara<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Museum yang bernama Sri Serindit ini terletak tepatnya di Jalan Tok Ilok Nomor 31, daerah Ranai Darat, Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Museum ini mudah dicari lokasinya karena berda tak jauh dari tengah kota. Bila anda berkendara dari Bandar Udara Ranai maka jarak tempuh menuju museum hanya sekitar 4,6 km.<\/p>\n<p>Sedangkan bila anda berkendara dari Pelabuhan Penagi maka jarak yang dibutuhkan untuk sampai ke Museum Sri Serindit hanya sekitar 7,9 km. Belum disebutkan rute kendaraan umum yang bisa anda pilih disini. Namun anda bisa mencapai lokasi museum dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi.<strong>\u00a0 <\/strong><\/p><!--CusAds0-->\n<p>Museum yang menyimpan banyak latar sejarah di Kabupaten Natuna ini bisa menjadi rekomendasi objek wisata yang terjangkau bersama keluarga. Hal ini karena tidak adanya harga tiket masuk yang akan dikenakan kepada pengunjung. Sehingga anda bisa masuk ke dalam museum dengan gratis bersama keluarga.<\/p>\n<p>Bila ingin berkunjung ke museum, maka anda juga harus memperhatikan tentang jam operasionalnya. Waktu berkunjung ke museum ini sesuai dengan jam kerja yaitu antara pukul 08.00 hingga pukul 16.00 waktu setempat. Museum ini akan buka setiap hari kecuali hari jumat yang merupakan hari libur.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kegiatan_yang_Menarik_Dilakukan\"><\/span>Kegiatan yang Menarik Dilakukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_1392\" aria-describedby=\"caption-attachment-1392\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1392\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Aktivitas-Museum-Sri-Serindit.jpg\" alt=\"Aktivitas Museum Sri Serindit\" width=\"640\" height=\"339\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1392\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/113082233818874207609\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Aulia Rahman<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<h3>1. Melihat Harta Karun Peninggalan Sejarah<\/h3>\n<p>Museum yang punya latar belakang sejarah yang menarik ini terdapat banyak koleksi benda harta karun jaman dahulu yang bisa anda amati. Benda sejarah tersebut berasal dari pencarian harta karun yang dilakukan seorang tokoh bernama Deng ynag terkenal. Benda peninggalan sejarah tersebut kemudian disumbangkan dan dijadikan koleksi museum.<\/p>\n<h3>2. Mengambil Foto Berlatar Estetik di Museum Sri Serindit<\/h3>\n<p>Mengambil foto yang cantik dengan latar estetik tentu tidak boleh dilewatkan bila berlibur. Objek wisata sejarah satu ini juga mempunyai banyak spot foto yang menarik dari berbagai sudut bangunan museum. Bangunan Museum Sri Serindit yang di desain artistik dengan gaya tradisional khas Riau ini tentu akan menjadi objek yang cantik.<\/p>\n<h3>3. Mencoba Kuliner Khas Kabupaten Natuna<\/h3>\n<p>Kabupaten Natuna juga dikenal dengan wisata kulinernya yang lezat. Kuliner ini tidak boleh anda lewatkan begitu saja. Anda bisa mencoba Latoh Silong, Kercak, Lempar, Tabel Mando, Kernas, Ikan Salai atau Ikan Asap, Calok, Pedek, Bubo Pedies, hingga Cikong. Makanan tersebut akan tersedia di banyak tempat makan di sekitar Museum.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fasilitas_Wisata_yang_Tersedia\"><\/span>Fasilitas Wisata yang Tersedia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2797\" aria-describedby=\"caption-attachment-2797\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2797\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Fasilitas-Museum-Sri-Serindit.webp\" alt=\"Fasilitas Museum Sri Serindit\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Fasilitas-Museum-Sri-Serindit.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Fasilitas-Museum-Sri-Serindit-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2797\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/maps.google.com\/maps\/contrib\/107199855895683623861\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Fahmi Adimara<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Museum ini dimiliki oleh Yayasan BP2N dan ditetapkan sebagai salah satu pusat kajian dari Lembaga Kajian Sejarah Kabupaten Natuna. Sistem pengelolaan yang baik menjadikan fasilitas yang ada di museum ini juga terawat dengan baik. Sehingga bagi anda para wisatawan yang ingin berkunjung ke Museum Sri Serindit jangan khawatir tentang fasilitas yang memadai.<\/p>\n<p>Itulah berapa pembahasan singkat tentang wisata sejarah di Kabupaten Natuna yang terkenal, Museum Sri Serindit. Museum sebagai lokasi penyimpanan berbagai peninggalan sejarah ini memang harus terus dilestarikan. Hal ini agar para generasi muda di Indonesia tetap mengingat dan mengetahui kisah perjuangan pahlawan terdahulu dan mengenang jasa-jasanya.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi Alamat: Ranai Darat, Kec. Bunguran Timur, Kab. Natuna, Kepulauan<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2797,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[15],"class_list":["post-1387","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kepulauan-riau","tag-wisata-museum","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1387","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1387"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1387\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2798,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1387\/revisions\/2798"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}