{"id":2120,"date":"2023-06-15T12:22:22","date_gmt":"2023-06-15T05:22:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/?p=2120"},"modified":"2023-06-19T08:58:54","modified_gmt":"2023-06-19T01:58:54","slug":"masjid-lama-gang-bengkok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/masjid-lama-gang-bengkok","title":{"rendered":"Masjid Lama Gang Bengkok &#8211; Sejarah, Daya Tarik &amp; Ragam Aktivitas"},"content":{"rendered":"<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>Gratis; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/8Mc7Pbs7FZKRrjuL7\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Kesawan, Kec. Medan Barat. Kota Medan, Sumatera Utara.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Medan punya sebuah masjid bersejarah yang menjadi salah satu destinasi wisata populer. Pasalnya masjid yang dijuluki Masjid Lama Gang Bengkok ini sudah berusia lebih dari 100 tahun, sehingga menjadi masjid tertua kedua yang ada di Kota <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/tempat-bersejarah-medan\">Medan<\/a>. Tidak heran jika masjid tersebut kemudian menjadi masjid yang bersejarah.<\/p>\n<p>Apalagi uniknya, tempat ibadah umat muslim ini dibangun oleh saudagar beretnis Tionghoa. Dimana masjidnya dibangun di atas tanah wakaf Datuk Muhammad Ali, atau yang dikenal pula dengan sebutan Datuk Kesawan. Sampai sekarang, bangunan masjid masih digunakan untuk menunaikan ibadah. Sekaligus sering dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/masjid-lama-gang-bengkok\/#Sejarah_Masjid_Lama_Gang_Bengkok\" >Sejarah Masjid Lama Gang Bengkok<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/masjid-lama-gang-bengkok\/#Daya_Tarik_yang_Dimiliki_Masjid_Lama_Gang_Bengkok\" >Daya Tarik yang Dimiliki Masjid Lama Gang Bengkok<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/masjid-lama-gang-bengkok\/#Alamat_Rute_Lokasi_dan_Tiket_Masuk\" >Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/masjid-lama-gang-bengkok\/#Kegiatan_yang_Menarik_Dilakukan\" >Kegiatan yang Menarik Dilakukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/masjid-lama-gang-bengkok\/#Fasilitas_Wisata_yang_Tersedia\" >Fasilitas Wisata yang Tersedia<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Masjid_Lama_Gang_Bengkok\"><\/span>Sejarah Masjid Lama Gang Bengkok<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2122\" aria-describedby=\"caption-attachment-2122\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2122\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Sejarah-Masjid-Lama-Gang-Bengkok.webp\" alt=\"Sejarah Masjid Lama Gang Bengkok\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Sejarah-Masjid-Lama-Gang-Bengkok.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Sejarah-Masjid-Lama-Gang-Bengkok-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2122\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/112434002290303610093\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Didik Suprayitno Life<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Masjid tertua kedua yang ada di Kota Medan ini pertama kali dibangun pada tahun 1874, yang mana biaya pembangunan seluruhnya ditanggung oleh saudagar beretnis Tionghoa bernama Tjong A Fie, yang hijrah ke Medan pada awal abad ke-19. Karena itu, atap masjid terlihat mirip dengan kelenteng pada masyarakat Tionghoa.<\/p><!--CusAds0-->\n<p>Bangunan masjid dibangun di pusat kota di atas tanah wakaf Datuk Muhammad Ali, membuatnya menjadi saksi sejarah perjalanan panjang Kota Medan. Karena saat itu daerah tersebut berupa gang sempit dengan sebuah tikungan atau belokan di depan masjid, maka kata \u2018Gang Bengkok\u2019 digunakan sebagai penyebutan masjid.<\/p>\n<p>Sebab sebelumnya tidak pernah ada nama resmi yang digunakan untuk menyebut masjid ini. Sehingga masyarakat sekitar kemudian menyebutnya dengan nama Masjid Lama Gang Bengkok. Nama ini kemudian digunakan sampai sekarang dan dikenal luas oleh masyarakat Medan maupun wisatawan dari luar daerah.<\/p>\n<p>Ketika masjid selesai dibangun sekitar tahun 1890, bangunan masjid kemudian diserahkan kepada Sultan Kesultanan Deli yang ke-8, yakni Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam Syah. Namun karena kesulitan mengurus masjid karena jaraknya jauh dari tempat tinggal, tanggung jawab kepengurusan diserahkan kepada Tuan Syekh Muhammad Yakub yang merupakan penasihat spiritualnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Daya_Tarik_yang_Dimiliki_Masjid_Lama_Gang_Bengkok\"><\/span>Daya Tarik yang Dimiliki Masjid Lama Gang Bengkok<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2123\" aria-describedby=\"caption-attachment-2123\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2123\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Daya-Tarik-di-Masjid-Lama-Gang-Bengkok.webp\" alt=\"Daya Tarik di Masjid Lama Gang Bengkok\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Daya-Tarik-di-Masjid-Lama-Gang-Bengkok.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Daya-Tarik-di-Masjid-Lama-Gang-Bengkok-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2123\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/107259292864822798049\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Bill Berry<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<h3>\u2726 Arsitektur Kombinasi Lintas Budaya<\/h3>\n<p>Selain menjadi saksi bisu sejarah panjang perjalanan Kota Medan, masjid yang dibangun oleh saudagar Tionghoa ini menampilkan daya tarik tersendiri yang membuat banyak wisatawan terpikat. Salah satunya yaitu terletak pada keunikan arsitekturnya yang merupakan kombinasi dari beberapa lintas budaya, yakni China, Melayu, dan Persia.<\/p>\n<p>Pada bagian atap, bentuknya lebih mirip kelenteng pada masyarakat Tionghoa, tidak seperti kubah masjid pada umumnya. Dan bangunan masjid menggunakan cat yang didominasi warna kuning serta hijau. Warna kuning melambangkan ciri khas Melayu, sementara warna hijau melambangkan Islam. Kemudian masuk ke bagian dalam masjid, anda bisa menemukan nuansa Persia di sana.<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<h3>\u2726 Simbol Kerukunan Umat Beragama<\/h3>\n<p>Masjid Lama Gang Bengkok menjadi salah satu simbol kerukunan umat beragama di Medan. Dilihat dari sejarah pembangunan serta gaya arsitekturnya, masjid yang dibangun di masa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid tersebut menjadi spesial. Karena masjid berdiri di atas tanah yang diwakafkan oleh Datuk Kesawan, sedangkan biaya pembangunannya berasal dari saudara Tionghoa yang notabene non-muslim.<\/p>\n<p>Selain itu, bangunan masjid sempat digunakan sebagai tempat berlindung oleh etnis Tionghoa pada saat kerusuhan Mei 1998. Kondisi Medan memang mencekam kala itu, dimana terdapat isu penyerangan terhadap etnis Tionghoa. Etnis Melayu yang berada di kampung ini kemudian bergerak membantu mengevakuasi etnis Tionghoa berlindung di dalam masjid.<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<h3>\u2726 Suasana Bersejarah yang Tidak Pernah Sirna<\/h3>\n<p>Sudah berdiri lebih dari 100 tahun lamanya, tentu masjid yang menjadi simbol kerukunan umat beragama di Medan ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Meskipun begitu, suasana khas tempat bersejarahnya seolah tidak pernah sirna. Selain itu, perlu diketahui bahwa ornamen fisik bangunannya masih asli sampai sekarang.<\/p>\n<p>Renovasi yang dilakukan umumnya hanya pada cat dan lantai dinding yang kini diberi tambahan keramik. Sedangkan ornamen fisik bangunan seperti tempat khutbah ima hingga tempat muadzin masih tetap sama. Itulah kenapa masjid ini sangat menarik untuk disaksikan secara langsung.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alamat_Rute_Lokasi_dan_Tiket_Masuk\"><\/span>Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2124\" aria-describedby=\"caption-attachment-2124\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2124\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Alamat-Masjid-Lama-Gang-Bengkok.webp\" alt=\"Alamat Masjid Lama Gang Bengkok\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Alamat-Masjid-Lama-Gang-Bengkok.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Alamat-Masjid-Lama-Gang-Bengkok-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2124\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/107259292864822798049\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Bill Berry<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Masjid tertua kedua di Kota Medan ini beralamatkan di Jalan Mesjid Kelurahan Kesawan, Medan Barat, Kota Medan, <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/sumatra-utara\">Sumatera Utara<\/a>. Lokasi tersebut masih terletak di pusat bisnis Kota Medan di masa lalu, yakni di kawasan Kesawan yang sekarang merupakan Jalan Ahmad Yani.<\/p><!--CusAds0-->\n<p>Meskipun dulunya sebuah gang kecil, sekarang kawasan ini sudah menjadi jalan besar yang ramai dilalui kendaraan. Jadi tidak akan sulit untuk menemukannya dari arah pusat kota. Kondisi jalan juga termasuk bagus dan sudah beraspal sehingga mudah untuk dilalui berbagai kendaraan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kegiatan_yang_Menarik_Dilakukan\"><\/span>Kegiatan yang Menarik Dilakukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2125\" aria-describedby=\"caption-attachment-2125\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2125\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Aktivitas-Menarik-di-Masjid-Lama-Gang-Bengkok.webp\" alt=\"Aktivitas Menarik di Masjid Lama Gang Bengkok\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Aktivitas-Menarik-di-Masjid-Lama-Gang-Bengkok.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Aktivitas-Menarik-di-Masjid-Lama-Gang-Bengkok-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2125\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/102296433711153523978\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Aswin Pasaribu<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<h3>1. Ziarah Makam<\/h3>\n<p>Di samping Masjid Lama Gang Bengkok, anda bisa menemukan sebuah pemakaman pemilik wakaf tanah serta imam masjid pertama. Seiring berjalannya waktu, sanak saudara pemilik wakaf tanah juga turut dimakamkan di sana. Sehingga menjelang bulan Ramadhan biasanya pemakaman sangat ramai dikunjungi oleh kalangan alim ulama. Tidak sedikit pula wisatawan yang datang untuk ziarah makam ke sini.<\/p>\n<h3>2. Mengunjungi Museum Al Washliyah<\/h3>\n<p>Di samping Masjid Lama Gang Bengkok dapat ditemukan sebuah pemakaman, maka anda akan menemukan sebuah museum di bagian belakang bangunan masjid. Museum ini sebenarnya merupakan gedung Maktab Islamiyah Tapanuli (MIT). Organisasi islam Al Washliyah yang berdiri pada tahun 1930 lahir di sana. Sekarang, bangunan gedung telah difungsikan sebagai museum yang menarik dikunjungi oleh wisatawan.<\/p>\n<h3>3. Menunaikan Ibadah di Masjid Lama Gang Bengkok<\/h3>\n<p>Bangunan Masjid Lama Gang Bengkok hingga saat ini masih digunakan sesuai fungsinya, yaitu sebagai tempat beribadah bagi umat Islam. Jadi ketika anda berkunjung kemari, tidak bisa langsung menunaikan ibadah di sana apabila sudah memasuki waktu sholat. Apalagi masjid ini juga sering digunakan oleh organisasi sebagai tempat pengajian akbar. Terutama di Bulan Ramadhan, akan ada banyak pengajian dilangsungkan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fasilitas_Wisata_yang_Tersedia\"><\/span>Fasilitas Wisata yang Tersedia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2126\" aria-describedby=\"caption-attachment-2126\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2126\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Fasilitas-di-Masjid-Lama-Gang-Bengkok.webp\" alt=\"Fasilitas di Masjid Lama Gang Bengkok\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Fasilitas-di-Masjid-Lama-Gang-Bengkok.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Fasilitas-di-Masjid-Lama-Gang-Bengkok-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2126\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/103213167046491399236\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Rony Fhebrian<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Berbicara mengenai fasilitasnya, masjid yang sudah berumur lebih dari 100 tahun ini sejatinya tidak jauh berbeda dari masjid pada umumnya. Masjid mampu menampung sekitar 2.000 jemaah. Sudah tersedia sajadah dan mukena untuk wanita apabila ingin menunaikan sholat di sana.<\/p>\n<p>Tentunya ada tempat wudhu yang tertutup dan nyaman, lengkap dengan kamar mandi. Jadi untuk para wanita yang berhijab tidak perlu khawatir saat ingin mengambil air wudhu. Bahkan tersedia cermin yang akan membantu anda merapikan kerudung setelah selesai wudhu atau sholat.<\/p>\n<p>Fasilitas lainnya, anda bisa menemukan tempat parkir yang cukup luas. Jadi wisatawan yang berasal dari luar daerah dan membawa kendaraan sendiri tidak usah khawatir. Anda bisa langsung memarkirkan kendaraan di tempat parkir masjid. Sehingga tidak perlu berjalan jauh terlebih dahulu untuk menginjakkan kaki di dalam Masjid Lama Gang Bengkok.<\/p>\n<p>Jika anda sedang berlibur di Medan, tidak ada salahnya menyempatkan diri berkunjung ke wisata religi yang menjadi masjid tertua kedua di kota tersebut. Bangunan masjid punya arsitektur unik sehingga sangat menarik untuk disaksikan secara langsung. Apalagi masjid ini merupakan simbol dari rukunnya umat beragama di Kota Medan. Sekaligus menjadi bukti bahwa Medan adalah kota multi etnis.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi Alamat: Kesawan, Kec. Medan Barat. Kota Medan, Sumatera Utara.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2121,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[17],"class_list":["post-2120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sumatra-utara","tag-wisata-religi","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2120"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2189,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2120\/revisions\/2189"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}