{"id":2659,"date":"2023-09-06T11:57:09","date_gmt":"2023-09-06T04:57:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/?p=2659"},"modified":"2023-09-06T09:53:20","modified_gmt":"2023-09-06T02:53:20","slug":"museum-pltd-apung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-pltd-apung","title":{"rendered":"Museum PLTD Apung &#8211; Sejarah, Daya Tarik, Lokasi &#038; Ragam Aktivitas"},"content":{"rendered":"<p><strong>Museum PLTD Apung adalah destinasi wisata edukasi dan sejarah yang sekaligus menjadi saksi bisu dari dahysatnya tsunami Aceh di tahun 2004. Tiket masuknya gratis!<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>Gratis; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/iekkww3hcMc8TZrY9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Desa Punge Blang Cut, Kec. Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Aceh.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Jika berbicara tentang Aceh, maka wisata alam dan budaya sepertinya akan menjadi salah satu hal yang menarik untuk dibicarakan. Namun bukan hanya panorama alam, salah satu provinsi terkenal di ujung Pulau Sumatra ini juga memiliki sederet wisata bersejarah yang akan membuat wisatawan terpesona, seperti salah satunya Museum PLTD Apung yang berada di Banda Aceh<\/p>\n<p>Banda Aceh sendiri merupakan kota sekaligus ibukota dari Provinsi Aceh yang pernah porak poranda karena tsunami di tahun 2004. Kota seluas 61,36 km2 ini ikut merasakan kedahsyatan gelomang dari laut utara di bulan Desember. Nah, Museum PLTD tadi menjadi salah satu saksi bisu dari kedahsyatan bencana alam tersebut, dan kini menjadi salah satu <a href=\"https:\/\/www.andalastourism.com\/tempat-wisata-banda-aceh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">objek wisata terkenal<\/a>.<\/p><!--CusAds0-->\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-pltd-apung\/#Daya_Tarik_yang_Dimiliki_Museum_PLTD_Apung\" >Daya Tarik yang Dimiliki Museum PLTD Apung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-pltd-apung\/#Alamat_dan_Rute_Menuju_Lokasi_Museum\" >Alamat dan Rute Menuju Lokasi Museum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-pltd-apung\/#Harga_Tiket_Masuk_Wisata_Sejarah\" >Harga Tiket Masuk Wisata Sejarah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-pltd-apung\/#Kegiatan_yang_Menarik_Dilakukan\" >Kegiatan yang Menarik Dilakukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-pltd-apung\/#Fasilitas_Wisata_yang_Tersedia\" >Fasilitas Wisata yang Tersedia<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Daya_Tarik_yang_Dimiliki_Museum_PLTD_Apung\"><\/span>Daya Tarik yang Dimiliki Museum PLTD Apung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2660\" aria-describedby=\"caption-attachment-2660\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-2660 size-full\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Daya-Tarik-Museum-PLTD-Apung.webp\" alt=\"Daya Tarik Museum PLTD Apung\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Daya-Tarik-Museum-PLTD-Apung.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Daya-Tarik-Museum-PLTD-Apung-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2660\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/105968488503917655357\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Bi Yono<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tsunami Aceh di penghujung tahun 2004 tercatat sebagai salah satu bencana alam terbesar di negeri ini yang masih menyisakan luka dan kenangan buruk bagi sebagian orang. Namun bukan hanya masih terbayang, bencana alam tersebut rupanya juga meninggalkan jejak dalam bentuk Museum PLTD Apung. Inilah sejumlah daya tarik yang membuatnya banyak didatangi wisatawan:<\/p>\n<h3>\u2726 Menyimpan Sejarah<\/h3>\n<p>Banda Aceh menjadi salah satu daerah yang ikut mengalami kerusakan luar biasa tatkala gelombang tsunami meluluhlantahkan bumi Serambi Mekkah. Bangunan, rumah warga, berbagai kendaraan, dan segala hal lain terseret ombak serta hancur berkeping-keping. Bahkan, sebuah kapal besar tidak luput dari sapuan ombak dahsyat ini.<\/p>\n<p>Kapal milik PLN Banda Aceh tersebut dioperasikan sebagai pembangkit listrik tenaga diesel yang pasalnya dapat memasok listrik hingga 10,5 megawatt. Sebelum tsunami datang, kapal ini sedang bersandar di tepi dermaga yang ada di kawasan Ulee Lheue, dan gelombang besar serta tinggi membuatnya terseret sampai 5 meter jauhnya.<\/p>\n<p>Setelah Banda Aceh dan kota di sekitarnya mengalami perbaikan secara perlahan, kapal yang menyimpan sejarah kelam dan memilukan ini disulap oleh pemerintah setempat menjadi sebuah monumen guna mengenang peristiwa tsunami sekaligus menjadi objek wisata.<\/p>\n<p>Pemerintah setempat memang telah membeli area di sekitar PLTD Apung untuk diubah menjadi objek wisata edukasi, dibangun monumen peringatan, sekaligus untuk mengenang korban tsunami.<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<h3>\u2726 Kapal Raksasa<\/h3>\n<p>Daya tarik lain terdapat pada ukuran kapal yang sangat besar, yaitu dengan panjang 63 meter dan luas mencapai 1.900 meter persegi. Adapun bobotnya diperkirakan mencapai 2.600 ton. Dengan bobot dan ukuran sebesar ini, tidak ada yang membayangkan bahwa sang kapal dapat terseret ombak sampai ke tengah kota Banda Aceh.<\/p>\n<p>Kala itu, tinggi gelombang memang mencapai 9 meter, sehingga dapat menyapu bersih semua hal yang dilewatinya, termasuk kapal raksasa ini. Saat ditemukan, kapal ini sudah berada di tengah pemukiman warga yang lokasinya tidak jauh dari lokasi Monumen PLTD Agung saat ini.<\/p>\n<h3>\u2726 Menjadi Saksi Bisu<\/h3>\n<p>Saat tsunami menerjang Aceh, kapal raksasa ini tidak dalam keadaan kosong melainkan ada awak kapal berjumlah 11 orang dan beberapa warga. Sayangnya, hanya 1 orang yang berhasil selamat meski mengalami luka parah, dan sisanya ditemukan tewas.<\/p>\n<h3>\u2726 Kapal Masih Utuh<\/h3>\n<p>Kapal yang berubah menjadi objek wisata ini bukanlah replika, melainkan benar-benar kapal asli yang menjadi salah satu korban tsunami. Menariknya, hampir seluruh body kapal masih utuh meski sudah diterjang ombak besar.<\/p>\n<p>Saat direnovasi, bagian dalam kapal sengaja di cat ulang untuk menghilangkan kesan mengerikan atau horor. Namun untuk bagian luar dibiarkan apa adanya atau tidak ada pengecatan. Dinding kapal berbahan baja ini tampak lusuh dan kusam, dan hal ini justru membuat wisatawan dapat merasakan langsung seperti apa dahsyatnya peristiwa tsunami Aceh.<\/p><!--CusAds0--><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alamat_dan_Rute_Menuju_Lokasi_Museum\"><\/span>Alamat dan Rute Menuju Lokasi Museum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2661\" aria-describedby=\"caption-attachment-2661\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-2661 size-full\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Alamat-Museum-PLTD-Apung.webp\" alt=\"Alamat Museum PLTD Apung\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Alamat-Museum-PLTD-Apung.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Alamat-Museum-PLTD-Apung-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2661\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/103688365625302328372\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Yusrizal Hasan<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>PLTD merupakan singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Museum PLTD Apung berada di sebuah desa wisata bernama Punge, Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kabupaten Banda Aceh, Provinsi <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/aceh\">Aceh<\/a>. Objek wisata ini berada di lokasi yang cukup strategis sehingga mudah ditemukan, yaitu berjarak sekitar 5 km dari jantung kota Banda Aceh.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Harga_Tiket_Masuk_Wisata_Sejarah\"><\/span>Harga Tiket Masuk Wisata Sejarah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Wisatawan dapat berkunjung ke Monumen PLTD Apung di antara jam 09.00-17.30, tapi ada jam istirahat selama dua jam, yaitu pada 12.00-14.00. Khusus di hari Jumat, monumen buka lebih siang yaitu dari dari jam 14.00-17.00. Hari operasionalnya sendiri adalah Senin-Minggu, dan tidak ada tiket masuk, namun diganti dengan kotak sumbangan seikhlasnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kegiatan_yang_Menarik_Dilakukan\"><\/span>Kegiatan yang Menarik Dilakukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2662\" aria-describedby=\"caption-attachment-2662\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-2662 size-full\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Kegiatan-Menarik-Museum-PLTD-Apung.webp\" alt=\"Kegiatan Menarik Museum PLTD Apung\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Kegiatan-Menarik-Museum-PLTD-Apung.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Kegiatan-Menarik-Museum-PLTD-Apung-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2662\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/117110239019417749353\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Adli Kusumawinata<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<h3>1. Berkeliling Kapal<\/h3>\n<p>Berkeliling kapal akan menjadi salah satu aktivitas utama yang tidak boleh terlewat saat sudah berada di Museum PLTD Apung. Setiap sisinya tampak menarik sekaligus unik, seperti salah satunya di bagian dinding monumen yang terdapat keterangan tanggal dan waktu kejadian dari tsunami yang melanda Indonesia serta beberapa negara lain terdekat.<\/p>\n<p>Monumen ini dikelilingi dengan relief berbentuk seperti gelombang air bah, serta sekumpulan foto yang tertata rapi yang berisi peristiwa tsunami. Bukan hanya di area kapal, tapi wisatawan juga dapat berkeliling di area bawah kapal yang luas lahannya mencapai 25.000 meter persegi. Monumen ini sendiri mulai dibangun pasca 4 tahun setelah tsunami, yaitu 2008.<\/p>\n<h3>2. Menikmati Pemandangan di Area Museum PLTD Apung<\/h3>\n<p>Jika sudah puas berkeliling kapal dan mengamati setiap sudutnya, maka wisatawan dapat berdiri di bagian dek kapal paling atas untuk menikmati pemandangan alam Banda Aceh dari kejauhan.<\/p>\n<p>Berdiri di atas kapal juga akan membuat wisatawan melihat deretan pegunungan dan bukit yang tampak gagah dan subur, samudra yang membentang luas di sebelah utara, serta tidak ketinggalan pula pemandangan kota Aceh yang eksotis. Jika ingin melihatnya lebih jelas, maka wisatawan bisa menggunakan teropong.<\/p>\n<h3>3. Kumpulkan Foto \/ Video<\/h3>\n<p>Jika datang saat hari cerah, maka wisatawan bisa melihat pemandangan yang indah. Jangan lupa untuk mengabadikannya dengan kamera agar bisa menjadi kenang-kenangan saat sedang di Banda Aceh.<\/p>\n<p>Museum PLTD Apung tidak hanya ramai oleh wisatawan lokal namun juga mancanegara. Ada banyak spot keren untuk foto dan video, seperti di atas kapal bagain luar, di depan monumen, dan area dalam <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-pedir\">wisata museum<\/a> ini.<\/p>\n<h3>4. Melihat Jejak Tsunami<\/h3>\n<p>Meski sudah mengalami perombakan di bagian dalam, namun sejumlah sisi berbeda masih menampakkan sisa-sisa tsunami dengan cukup jelas. Ada jangkar di dek bawah, kabel-kabel tua yang sudah putus, rerumputan yang tersangkut di beberapa bagian kapal, dan pasir didalam ruangan.<\/p>\n<p>Pada ruangan berbeda juga tampak sebuah sofa usang yang sengaja tidak dipindah. Sofa ini sebenarnya merupakan milik warga yang tadinya ada di dalam rumah namun berpindah ke dalam kapal karena diterjang air bah.<\/p>\n<h3>5. Mengikuti Edukasi<\/h3>\n<p>Selain sejumlah aktivitas di atas, wisatawan yang datang ke monumen ini juga dapat mengikuti edukasi terkait tanda-tanda tsunami dan apa fungsi dari kapal ini sebelum akhirnya diterjang tsunami. Tersedia juga media pembelajaran tentang penanggulangan tsunami. Edukasi ini terdapat di dalam ruang teater dan dokumentasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fasilitas_Wisata_yang_Tersedia\"><\/span>Fasilitas Wisata yang Tersedia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2663\" aria-describedby=\"caption-attachment-2663\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-2663 size-full\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Fasilitas-Museum-PLTD-Apung.webp\" alt=\"Fasilitas Museum PLTD Apung\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Fasilitas-Museum-PLTD-Apung.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Fasilitas-Museum-PLTD-Apung-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2663\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/105968488503917655357\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Bi Yono<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>PLTD Apung memiliki beragam fasilitas yang dapat menunjang kenyamanan wisatawan, seperti tempat sampah yang tersebar di sejumlah titik, toilet umum, tempat parkir luas, dan mushola yang cukup nyaman meskipun tidak terlalu besar. Jika ingin membeli minuman atau makan, maka tidak jauh dari monumen terdapat barisan warung makan.<\/p>\n<p>Jika sedang berkunjung ke Banda Aceh, maka Museum PLTD Apung cocok menjadi pilihan destinasi sejarah dan edukasi, terutama jika datang dengan anak-anak. Secara keseluruhan, objek wisata ini worth it didatangi karena gratis namun dengan fasilitas memadai.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Museum PLTD Apung adalah destinasi wisata edukasi dan sejarah yang sekaligus menjadi saksi bisu dari<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2662,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[15],"class_list":["post-2659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-wisata-museum","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2659"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2659\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2667,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2659\/revisions\/2667"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}