{"id":324,"date":"2024-02-03T10:19:07","date_gmt":"2024-02-03T03:19:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/?p=324"},"modified":"2024-02-03T10:29:33","modified_gmt":"2024-02-03T03:29:33","slug":"candi-angsoko","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/candi-angsoko","title":{"rendered":"Candi Angsoko &#8211; Sejarah, Koleksi, Tiket &#038; Ragam Aktivitas"},"content":{"rendered":"<p><strong>Candi Angsoko di Palembang adalah situs bersejarah yang menghidupkan kembali masa lalu, menampilkan koleksi arkeologi yang menarik, tiket terjangkau, dan beragam aktivitas untuk mengeksplorasi warisan budaya.<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>Gratis; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/n6AbCyLzAauHYMPK9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Ilir D. I, Kec. Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Candi Angsoko merupakan sebuah cagar budaya yang menunjukan bukti berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam yang diperkirakan berdiri pada dari tahun 1600 an.<\/p>\n<p>Candi ini merupakan tempat peristirahatan terakhir seorang pemimpin Kesultanan <a href=\"https:\/\/www.andalastourism.com\/tempat-wisata-palembang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Palembang<\/a> Darussalam bernama Pangeran Ratu Madi Ing Angkoso Jamaluddin.<\/p><!--CusAds0-->\n<p>Kesultanan Palembang Darussalam sendiri merupakan sebuah kerajaan bercorak Islam yang sempat berdiri di Provinsi Sumatera Selatan.<\/p>\n<p>Selain makam kuno tersebut para arkeolog juga menemukan sebuah batu yang dipercaya merupakan bagian dari sebuah candi yang sudah berada jauh sebelum masa Kesultanan Palembang Darussalam.<\/p>\n<p>Penemuan batu tersebut terjadi pada tahun 1990 sampai 1991 dengan ukuran 18 x 30 cm. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai Candi Angsoko dan batu dari candi yang dianggap sudah ada jauh sebelum masa Kesultanan Palembang Darussalam.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/candi-angsoko\/#Sejarah_Candi_Angsoko\" >Sejarah Candi Angsoko<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/candi-angsoko\/#Daya_Tarik_yang_Dimiliki_Candi_Angsoko\" >Daya Tarik yang Dimiliki Candi Angsoko<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/candi-angsoko\/#Alamat_Rute_Lokasi_dan_Tiket_Masuk\" >Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/candi-angsoko\/#Kegiatan_yang_Menarik_Dilakukan\" >Kegiatan yang Menarik Dilakukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/candi-angsoko\/#Objek_Wisata_yang_Dekat_Dengan_Candi_Angsoko\" >Objek Wisata yang Dekat Dengan Candi Angsoko<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Candi_Angsoko\"><\/span>Sejarah Candi Angsoko<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_326\" aria-describedby=\"caption-attachment-326\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-326\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Sejarah-Candi-Angsoko.jpg\" alt=\"Sejarah Candi Angsoko\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Sejarah-Candi-Angsoko.jpg 750w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Sejarah-Candi-Angsoko-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-326\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/andi.s.kemas\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Andi Syarifuddin Kemas<\/a> \/ Facebook<\/figcaption><\/figure>\n<p>Menurut hasil ekskavasi yang dilakukan oleh Balai Arkeolog Palembang atau disingkat BALAR pada tahun 2000 ditemukan sebuah kepingan dari candi beserta arca singa Xiling di KotaPalembang, atau lebih tepatnya ditemukan di Kecamatan Ilir Timur I, Kelurahan 20 Ilir.<\/p>\n<p>Tidak berselang lama para penggali juga menemukan sebuah makam kuno milik Pangeran Ratu Madi Ing Angkoso Jamaluddin.<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<p>Pangeran Ratu Madi Ing Angkoso Jamaluddin sendiri sempat memimpin Kesultanan Palembang Darussalam dan kemudian meninggal dunia pada tahun 1629 karena teraniaya di bawah pohon Angkoso. Kemudian Kesultanan Palembang Darussalam dipimpin oleh adiknya yang bernama Pangeran Madi Alit Jamaluddin.<\/p>\n<p>Awal mulanya berdiri Kesultanan Palembang Darussalam bisa disangkut pautkan dengan beberapa kerajaan besar seperti Majapahit, Mataram, Pajang, dan Demak.<\/p>\n<p>Singkatnya menurut catatan sejarah, raja Majapahit Prabu Brawijaya yang terakhir mengirimkan putranya yang bernama Arya Damar ke Palembnag untuk berkuasa dan kemudian menikahi seorang putri Sandang Biduk.<\/p>\n<p>Tidak berselang lama sang raja Palembang menerima kiriman seorang putri dari Cina yang sedang hamil. Diketahui bahwa putri tersebut merupakan istri dari ayahnya dan diminta untuk merawat di Palembang.<\/p>\n<p>Setelah itu putri dari Cina itu pun melahirkan seorang putra yang diberi nama Raden Fatah yang selanjutnya menjadi Raja di Kerajaan Demak dan menjadi menantu dari Sunan Ampel.<\/p><!--CusAds0-->\n<p>Raden Fatah kemudian berhasil membangun Kerajaan dengan budaya Islam pertama di Pulau Jawa. Namun setelah Raden Fatah meninggal dunia terjadi keributan dan banyak warga Kerajaan Demak mengungsi ke Palembang.<\/p>\n<p>Setelah pengungsi ke Palembang Kesultanan Palembang Darussalam masih berdiri hingga akhirnya kesultanan dipimpin oleh Pangeran Sedo Ing Rejek Jamaluddin.<\/p>\n<p>Pada masa kepemimpinan Pangeran Sedo Ing Rejek Jamaluddin ini Palembang Darussalam mengalami penyerangan oleh Belanda pada tahun 1659 dan menyebabkan Keraton Kuto Gawang terbakar.<\/p>\n<p>Di akhir hayatnya Pangeran Sedo Ing Rejek Jamaluddin memberikan kursi kepemimpinan kepada adiknya yang bernama Pangeran Kusumo Abdurrahim Kemas Hindi.<\/p>\n<p>Pangeran Kusumo Abdurrahim Kemas Hindi akhirnya melakukan pelarian bersama beberapa orang menuju Sakatiga dan mengungsi disana dari Bangsa Belanda. Setelah Pangeran Kusumo Abdurrahim Kemas Hindi meninggal dunia berakhir sudah masa Kesultanan Palembang Darussalam.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Daya_Tarik_yang_Dimiliki_Candi_Angsoko\"><\/span>Daya Tarik yang Dimiliki Candi Angsoko<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_327\" aria-describedby=\"caption-attachment-327\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-327\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Daya-Tarik-Candi-Angsoko.jpg\" alt=\"Daya Tarik Candi Angsoko\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Daya-Tarik-Candi-Angsoko.jpg 750w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Daya-Tarik-Candi-Angsoko-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-327\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.facebook.comrmfadli.rahman\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">RM Fadli Rahman<\/a> \/ Facebook<\/figcaption><\/figure>\n<h3>1. Makam Pangeran Ratu Madi Ing Angkoso Jamaluddin<\/h3>\n<p>Daya tarik yang paling menonjol di tempat wisata ini adalah makam dari salah satu Raja Kesultanan Palembang Darussalam yang bernama Pangeran Ratu Madi Ing Angkoso Jamaluddin.<\/p>\n<p>Terdapat 2 buah makam bersebelahan yang salah satunya adalah milik Raja Pangeran Ratu Madi Ing Angkoso Jamaluddin, sedangkan satunya tidak diketahui karena kurangnya informasi.<\/p>\n<p>Kedua makam tersebut sudah dilakukan renovasi atau perbaikan sehingga lebih terlihat layak untuk sebuah makam raja. Tidak jauh dari kedua makam terdapat beberapa makam lain yang masih belum diketahui siapa pemiliknya dikarenakan batu nisan yang menggunakan kayu sudah lapuk dan rusak dimakan waktu.<\/p>\n<h3>2. Batu Bata Kuno<\/h3>\n<p>Selain dari makam Candi Angsoko terdapat sebuah batu putih dengan bentuk persegi dan mirip umpak. Menurut para arkeolog batu tersebut merupakan bagian dari sebuah candi yang sudah ada jauh sebelum masa Kesultanan Palembang Darussalam. Ada pula sebuah struktur batu bata kuno yang berada di tengah-tengah jalan setapak yang memiliki ukuran 18 x 30 cm.<\/p>\n<p>Batu-batu tersebut sudah ada jauh sebelum masa Kesultanan Palembang Darussalam karena menurut penelitian pembuatan struktur batu yang memiliki ukuran 18 x 30 cm itu terjadi sekitar abad ke 7 sampai 10 masehi.<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<p>Sedangkan untuk masa Kesultanan Palembang Darussalam sendiri baru berdiri di tahun 1600 an atau di abad ke 16 sampai 17 masehi.<\/p>\n<h3>3. Hiasan Dari Umat Hindu<\/h3>\n<p>Salah satu daya tarik dari candi ini adalah penemuan sebuah stupa atau hiasan umat Hindu. Dengan penemuan ini semakin memperkuat pernyataan bahwa struktur batu dengan ukuran 18 x 30 cm sebelumnya memang berasal dari masa sebelum era Kesultanan Palembang Darussalam.<\/p>\n<p>Seperti yang kita ketahui bahwa Kesultanan Palembang Darussalam merupakan sebuah kerajaan dengan budaya Islam, jadi sangat tidak mungkin mereka membangun sebuah stupa dengan hiasan umat Hindu.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu bukti usia batu dan penemuan stupa umat Hindu ini semakin memperkuat pernyataan bahwa ada candi lain yang usianya jauh lebih tua dari Candi Angsoko.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alamat_Rute_Lokasi_dan_Tiket_Masuk\"><\/span>Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_328\" aria-describedby=\"caption-attachment-328\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-328\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Alamat-Menuju-Candi-Angkoso.jpg\" alt=\"Alamat Menuju Candi Angkoso\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Alamat-Menuju-Candi-Angkoso.jpg 750w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Alamat-Menuju-Candi-Angkoso-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-328\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/andi.s.kemas\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Andi Syarifuddin Kemas<\/a>\/ Facebook<\/figcaption><\/figure>\n<p>Candi Angsoko berada di Kota Palembang, Provinsi <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/sumatra-selatan\">Sumatera Selatan<\/a> atau lebih tepatnya di Jl. Candi Angsoko No. 66 Kecamatan Ilir Timur I. Sebagai patokan anda bisa menggunakan Palembang Square sebagai titik awal menuju lokasi candi.<\/p>\n<p>Jarak yang bisa ditempuh dari Palembang Square ke lokasi candi sepanjang 2 kilometer yang dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama 7 menit.<\/p>\n<p>Untuk rutenya sendiri anda bisa mengambil jalur dari Jl. Pimpong menuju Jl. Lembing, setelah itu belok kanan menuju Jl. Angkatan 45. Terus di Jl. Angkatan 45 sampai menemukan pertigaan dan belok kiri menuju Jl. Kapten A. Rivai.<\/p>\n<p>Terus ikuti Jl. Kapten A. Rivai sampai memasuki Jl. Jenderal Sudirman atau yang dikenal dengan nama Jl. Lintas Sumatera lalu keluar menuju Jl. Kolonel Atmo setelah melewati Halte JPO BNI Syariah. Setelah menemukan pertigaan Jl. Aipda Karel Satsuit Tubun belok kiri dan ikuti jalan tersebut sampai menemukan perempatan Jl. Taman Siswa.<\/p>\n<p>Setelah sampai ke perempatan Jl. Taman Siswa belok kiri dan ikuti jalan tersebut sampai memasuki Jl. Veteran. Dari Jl. Veteran terus lurus sampai menemukan Jl. Bukit Batu dan belok kiri. Nah dari sini anda akan menemukan perempatan Jl. Candi Angsoko, silahkan belok kanan dan lokasi yang anda tuju ada di sebelah kanan jalan.<\/p>\n<p>Untuk harga tiket masuk ke kawasan candi gratis. Ini karena candi ini berada di tengah-tengah perumahan warga sehingga para wisatawan yang datang tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar harga tiket masuknya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kegiatan_yang_Menarik_Dilakukan\"><\/span>Kegiatan yang Menarik Dilakukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_329\" aria-describedby=\"caption-attachment-329\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-329\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Kegiatan-Menarik-di-Candi-Angsoko.jpg\" alt=\"Kegiatan Menarik di Candi Angsoko\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Kegiatan-Menarik-di-Candi-Angsoko.jpg 750w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Kegiatan-Menarik-di-Candi-Angsoko-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-329\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/m.d.aja2\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">M Doedy Aja Kemas<\/a> \/ Facebook<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jika berbicara tentang kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sekitar candi, maka tidak banyak yang bisa dilakukan. Hal ini karena selain lokasi candi yang berada di tengah pemukiman warga, candi ini juga bisa dikatakan kurang mendapatkan pemeliharaan.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, berikut adalah beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan oleh wisatawan yang datang ke lokasi candi yang satu ini.<\/p>\n<h3>Ziarah<\/h3>\n<p>Kegiatan menarik pertama yang bisa anda lakukan ketika mengunjungi Candi Angsoko adalah berziarah. Ini dikarenakan candi ini berisikan makam seorang raja yang sempat memimpin di masa Kesultanan Palembang Darussalam, maka ada beberapa wisatawan yang memang mendatangi lokasi candi untuk melakukan doa atau ziarah.<\/p>\n<h3>Belajar Sejarah<\/h3>\n<p>Beberapa wisatawan juga mendatangi lokasi candi yang terletak di Kota Palembang ini untuk melakukan penelitian atau belajar tentang sejarah.<\/p>\n<p>Bahkan ada beberapa wisatawan yang menyempatkan diri untuk melakukan wawancara dengan para warga setempat dan penjaga candi untuk mendapatkan jawaban dari apa yang mereka teliti.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Objek_Wisata_yang_Dekat_Dengan_Candi_Angsoko\"><\/span>Objek Wisata yang Dekat Dengan Candi Angsoko<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_330\" aria-describedby=\"caption-attachment-330\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-330\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Objek-Wisata-yang-Dekat-Dengan-Candi-Angsoko.jpg\" alt=\"Objek Wisata yang Dekat Dengan Candi Angsoko\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Objek-Wisata-yang-Dekat-Dengan-Candi-Angsoko.jpg 750w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Objek-Wisata-yang-Dekat-Dengan-Candi-Angsoko-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-330\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/102562061465684155785\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Pras setyo SE,Mtcna<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<h3>1. Bundaran Air Mancur Palembang<\/h3>\n<p>Objek wisata terdekat dari Candi Angsoko yang pertama adalah bundaran air mancur Kota Palembang yang juga menjadi salah-satu icon kota tersebut.<\/p>\n<p>Bundaran ini berada di depan Masjid Agung dengan pemandangan air mancur yang sangat memukau mata. Bahkan ada beberapa orang yang menamai air mancur ini dengan sebutan Bundaran HInya Kota Palembang.<\/p>\n<h3>2. Jembatan Ampera<\/h3>\n<p>Jika berbicara tentang objek wisata di Kota Palembang maka nama Jembatan Ampera harus masuk kedalam list. Kebetulan lokasi jembatan ini berada tidak jauh dari lokasi candi dan sangat dekat dengan bundaran air mancur Palembang. Jembatan ini membentang diatas Sungai Musi dan menjadi icon dari Kota Palembang itu sendiri.<\/p>\n<h3>3. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II<\/h3>\n<p>Objek wisata terdekat yang terakhir adalah Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Museum ini sendiri awalnya adalah Rumah Residen Kolonial Sumatera Selatan pada abad ke 19.<\/p>\n<p>Demikian beberapa penjelasan mengenai Candi Angsoko yang menjadi tempat peristirahatan terakhir dari Raja Pangeran Ratu Madi Ing Angkoso Jamaluddin yang sempat memimpin Kesultanan Palembang Darussalam.<\/p>\n<p>Setelah anda puas mengunjungi candi tersebut silahkan mampir ke beberapa icon Kota Palembang yang sudah disebutkan diatas.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Candi Angsoko di Palembang adalah situs bersejarah yang menghidupkan kembali masa lalu, menampilkan koleksi arkeologi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2980,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[14],"class_list":["post-324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sumatra-selatan","tag-wisata-candi","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=324"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2981,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/324\/revisions\/2981"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}