{"id":382,"date":"2023-06-09T14:52:27","date_gmt":"2023-06-09T07:52:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/?p=382"},"modified":"2023-06-10T13:43:53","modified_gmt":"2023-06-10T06:43:53","slug":"istana-hinggap-sultan-siak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/istana-hinggap-sultan-siak","title":{"rendered":"Istana Hinggap Sultan Siak Pekanbaru &#8211; Sejarah, Daya Tarik, Lokasi &#038; Ragam Aktivitas"},"content":{"rendered":"<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>Rp 10.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/JBba8DyFr6wZxrxj9\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Kampung Bandar, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Istana Hinggap Sultan Siak <a href=\"https:\/\/www.andalastourism.com\/tempat-wisata-pekanbaru\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pekanbaru<\/a> adalah sebuah rumah yang memiliki arsitektur klasik dengan desain bangunan berupa penggabungan dari gaya Turki dan Eropa yang sudah berdiri sejak jaman Belanda. Selain memiliki desain yang unik, rumah ini juga dibangun dengan bahan bangunan yang berkualitas, sehingga walaupun belum pernah direnovasi, namun masih tetap kokoh hingga sekarang.<\/p>\n<p>Seluruh bagian bangunan ini masih dalam bentuk aslinya seperti ketika pertama kali dibangun, mulai dari pintu, jendela, hingga tiang. Hanya pernah dilakukan pengecatan ulang pada teralis di jendela saja, untuk membuat warnanya lebih baru, selebihnya tetap seperti aslinya.<\/p>\n<p>Rumah ini dulunya merupakan rumah penginapan sultan dari Kerajaan Siak Sri Indrapura, yakni Sultan Siak XII. Berkunjung ke objek wisata ini ialah suatu hal yang sangat menarik, terlebih lagi bagi Anda yang gemar mendalami ilmu sejarah.<\/p><!--CusAds0-->\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/istana-hinggap-sultan-siak\/#Sejarah_Istana_Hinggap_Sultan_Siak\" >Sejarah Istana Hinggap Sultan Siak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/istana-hinggap-sultan-siak\/#Daya_Tarik_yang_Dimiliki_Istana_Hinggap_Sultan_Siak\" >Daya Tarik yang Dimiliki Istana Hinggap Sultan Siak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/istana-hinggap-sultan-siak\/#Alamat_dan_Rute_Menuju_Lokasi\" >Alamat dan Rute Menuju Lokasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/istana-hinggap-sultan-siak\/#Kegiatan_yang_Menarik_Dilakukan\" >Kegiatan yang Menarik Dilakukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/istana-hinggap-sultan-siak\/#Objek_Wisata_Terdekat_dari_Istana_Hinggap\" >Objek Wisata Terdekat dari Istana Hinggap<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Istana_Hinggap_Sultan_Siak\"><\/span>Sejarah Istana Hinggap Sultan Siak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_384\" aria-describedby=\"caption-attachment-384\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-384\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Sejarah-Istana-Hinggap-Sultan-Siak.jpg\" alt=\"Sejarah Istana Hinggap Sultan Siak\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Sejarah-Istana-Hinggap-Sultan-Siak.jpg 750w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Sejarah-Istana-Hinggap-Sultan-Siak-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-384\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/twitter.com\/infoPKU\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Informasi Pekanbaru<\/a> \/ Twitter<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pada Masa Sulta Syarif Qosim XII tempat ini merupakan rumah bersejarah yang sering disebut dengan nama Istana Hinggap Sultan Syarif Qasim. Rumah yang dibangun pada 1929 ini dulunya adalah rumah milik H. Zakaria atau Mufti Besar Kerajaan Siak di Kesultanan Siak Sri Indrapura.<\/p>\n<p>Pada masa menjelang kemerdekaan, rumah ini pernah menjadi tempat rapat dan berkumpul para pejuang tanah air yang berusaha melepaskan diri dari penjajahan Belanda. Namun pada tahun 1939, Belanda melarang rumah ini dijadikan sebagai tempat berkumpul bagi Serikat Dagang Islam. Singkat cerita, akhirnya rumah ini dikuasai oleh Belanda.<\/p>\n<p>Ketika Jepang memasuki rumah ini pada tahun 1942, terjadi sebuah kontak senjata antara tentara Jepang dan Belanda yang pada akhirnya rumah ini dijadikan sebagai rumah tahanan oleh Jepang hingga tahun 1945.<\/p>\n<p>Tanggal 17 Agustus 1945 ketika Indonesia merdeka, bendera merah putih sempat dikibarkan di halaman rumah ini. Kemudian di akhir tahun 1945 rumah ini ditempati kembali oleh pemilik awalnya, yakni Yahya Zakaria yang merupakan anak Kadhu Zakaria hingga tahun 1949. Namun pada agresi Belanda ke-2 terjadi, rumah ini ditinggalkan dan menjadi pos ex tentara PETA.<\/p>\n<p>Rumah ini kembali pada pemiliknya dalam keadaan porak poranda pada 1951, dinama barang-barang berharganya habis dijarah. Dan kemudian pada 1955 sampai 1956 rumah ini sering dijadikan sebagai tempat rapat oleh anggota DPD Pekanbaru. Sejak 1951-2012 Istana Hinggap Pekanbaru dihuni oleh keluarga Yaha Zakaria. Sebelum akhirnya berpindah tangan ke Wan Ghalin dan Muhammad Amin.<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Daya_Tarik_yang_Dimiliki_Istana_Hinggap_Sultan_Siak\"><\/span>Daya Tarik yang Dimiliki Istana Hinggap Sultan Siak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_385\" aria-describedby=\"caption-attachment-385\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-385\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Daya-Tarik-Istana-Hinggap-Sultan-Siak.jpg\" alt=\"Daya Tarik Istana Hinggap Sultan Siak\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Daya-Tarik-Istana-Hinggap-Sultan-Siak.jpg 750w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Daya-Tarik-Istana-Hinggap-Sultan-Siak-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-385\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/yeni.marini.925\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Yeni Marini<\/a> \/ Facebook<\/figcaption><\/figure>\n<h3>\u2726 Tiang Menangis<\/h3>\n<p>Istana Hinggap memiliki sebuah tiang yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke istana ini. Tiang yang ada di sini bukanlah tiang biasa, sebab tiang tersebut memiliki permukaan yang selalu lembab dan agak berminyak. Hal ini dibenarkan oleh H. Syahril Rais, SH yang menyebutkan bahwa cat yang dipakai untuk mengecat tiang tersebut adalah cat khusus.<\/p>\n<h3>\u2726 Koleksi Peninggalan Bersejarah<\/h3>\n<p>Di dalam istana yang terletak di Pekanbaru ini tersedia berbagai pajangan atau koleksi dari benda-benda peninggalan bersejarah. Benda-benda bersejarah yang ada di istana ini misalnya berbagai benda lawas, seperti piring, cangkir, teko, lemari, radio, kursi, dan furniture lain bernuansa klasik.<\/p>\n<h3>\u2726 Buku-Buku Tua<\/h3>\n<p>Selain memiliki koleksi berbagai benda bernuansa klasik, di Istana Hinggap Sultan Siak ini juga tersedia berbagai bentuk buku sejarah. Sehingga tentu saja rumah ini dapat menjadi tempat yang sangat menyenangkan bagi Anda yang gemar membaca, terlebih lagi membaca buku-buku tentang sejarah.<\/p>\n<h3>\u2726 Cermin Kuno<\/h3>\n<p>Di tempat wisata ini juga terdapat sebuah cermin di salah satu sisi dari bangunan, yang walaupun jaman sudah modern, cermin ini masih banyak dipercayai orang bahwa dapat membuat wajah orang yang bercermin menjadi nampak lebih cantik dan awet muda.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alamat_dan_Rute_Menuju_Lokasi\"><\/span>Alamat dan Rute Menuju Lokasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2105\" aria-describedby=\"caption-attachment-2105\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2105\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Alamat-dan-Harga-Tiket-Istana-Hinggap-Sultan-Siak.webp\" alt=\"Alamat dan Harga Tiket Istana Hinggap Sultan Siak\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Alamat-dan-Harga-Tiket-Istana-Hinggap-Sultan-Siak.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Alamat-dan-Harga-Tiket-Istana-Hinggap-Sultan-Siak-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2105\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/118067576373687751260\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Datuk Kalu<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Istana Hinggap merupakan sebuah objek wisata yang lokasinya cukup strategis dan mudah untuk ditemukan. Anda dapat menuju lokasi istana ini di Jl. Sultan Syarif Kasim yang terletak di kabupaten siak. Masuk ke dalam istana ini, Anda akan menemukan beragam barang peninggalan yang masih benar-benar dirawat dengan baik oleh pengelola.<\/p><!--CusAds0--><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<p>Untuk rute menuju lokasi istana ini, Anda dapat menempuhnya dari pusat kota Pekanbaru menuju ke arah Jalan Jendral Sudirman, kemudian belok kiri ke arah Jalan Dr. Sam Ratulangi. Kemudian lanjutkan perjalanan menuju Jalan Kampor dan belok kiri pada Gang Pinggir, lokasi Istana Hinggap dapat ditemukan dengan berjalan sebentar dari lokasi terakhir.<\/p>\n<p>Untuk dapat masuk ke kawasan wisata sejarah, Anda akan dikenakan biaya retribusi yang dapat dikatakan cukup ramah di kantong. Hanya dengan membayarkan biaya sebesar 10 ribu rupiah per orang untuk dewasa dan 5 ribu rupiah per orang untuk anak-anak, Anda sudah bisa berkunjung sampai puas di tempat wisata istana di Pekanbaru, Provinsi <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/riau\">Riau<\/a> ini.<\/p>\n<p>Dengan membandrol harga yang sangat murah, objek wisata ini menawarkan banyak pengetahuan yang dapat Anda pelajari, terlebih lagi di bidang sejarah. Jadi, dengan mengunjungi Istana Hinggap, Anda dapat berlibur sekaligus belajar tentang sejarah.<\/p>\n<p>Ketika memutuskan untuk berkunjung ke tempat ini, pastikan Anda tidak berangkat terlalu pagi atau juga terlalu malah, sebab objek wisata ini hanya memiliki jam operasional sekitar 8 jam, yakni dari jam 09.00 pagi hari dan tutup di sore hari sekitar jam 17.00.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kegiatan_yang_Menarik_Dilakukan\"><\/span>Kegiatan yang Menarik Dilakukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2106\" aria-describedby=\"caption-attachment-2106\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2106\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Kegiatan-Menarik-di-Istana-Hinggap-Sultan-Siak.webp\" alt=\"Kegiatan Menarik di Istana Hinggap Sultan Siak\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Kegiatan-Menarik-di-Istana-Hinggap-Sultan-Siak.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Kegiatan-Menarik-di-Istana-Hinggap-Sultan-Siak-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2106\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100066724021168\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">RiauKita<\/a> \/ Facebook<\/figcaption><\/figure>\n<h3>1. Berkeliling dan Berfoto<\/h3>\n<p>Berjalan-jalan mengelilingi Istana Hinggap Sultan Siak merupakan suatu hal menarik yang dapat dilakukan di sini. Memiliki desain bangunan sederhana yang sangat kokoh dan kuat membuat objek wisata ini layak ditelisik dan dikelilingi untuk mengobati rasa ingin tahu tentang istana ini.<\/p>\n<p>Selain berjalan-jalan dan mengelilingi kawasan istana, jangan sampai melewatkan kegiatan berfoto. Liburan belum lengkap rasanya apabila tidak bersua foto di lokasi terlebih dahulu. Bangunan bersejarah ini memiliki banyak ruang yang dapat digunakan sebagai spot mengambil foto yang menarik. Selain itu, di sini juga tersedia beragam benda unik yang tentu saja siap membuat foto Anda terlihat estetik.<\/p>\n<h3>2. Belajar Sejarah<\/h3>\n<p>Berkunjung ke Istana Hinggap Sultan Siak, selain dapat digunakan sebagai refreshing dari segala masalah dan tanggungan hidup sehari-hari dapat pula digunakan sebagai objek pembelajaran sejarah.<\/p>\n<p>Mulai dari sejarah pertama kali dibangun hingga bangunan yang masih kokoh hingga saat ini merupakan suatu hal yang menarik untuk ditelisik dan dicaritahu, Terlebih bagi Anda yang memang sedari awal gemar dengan ilmu-ilmu sejarah.<\/p>\n<h3>3. Melihat-Lihat Koleksi<\/h3>\n<p>Berlibur ke Istana Hinggap, Anda bisa sekalian melihat-lihat beragam koleksi unik yang dimilikinya. Beberapa benda unik yang menarik untuk dilihat di kawasan wisata ini yakni beragam benda peninggalan jaman dulu yang sudah dapat dikatakan sebagai benda antik, misalnya piring, cangkir, teko, lemari, radio, kursi, dan furniture lain yang bernuansa klasik.<\/p>\n<p>Selain berbagai benda Antik, di kawasan istana ini juga tersedia begitu banyak buku yang dapat dipinjam dan dibaca sebentar di tempat. Buku-buku ini kebanyakan memiliki tema tentang sejarah, jadi bagi Anda yang menyukai cerita-cerita atau pelajaran sejarah, kawasan wisata ini sangat cocok untuk Anda kunjungi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Objek_Wisata_Terdekat_dari_Istana_Hinggap\"><\/span>Objek Wisata Terdekat dari Istana Hinggap<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_389\" aria-describedby=\"caption-attachment-389\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-389\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Objek-Wisata-Terdekat-dari-Istana-Hinggap.jpg\" alt=\"Objek Wisata Terdekat dari Istana Hinggap\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Objek-Wisata-Terdekat-dari-Istana-Hinggap.jpg 750w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Objek-Wisata-Terdekat-dari-Istana-Hinggap-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-389\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/108099435792571586612\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Kawi Boedisetio<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<h3>1. Rumah Singgah Tuan Kadi<\/h3>\n<p>Berada tepat di bawah sebuah jembatan, berdiri sebuah kecil dan cantik bernama Rumah Tuan Kadi. Objek wisata ini memiliki letak cukup strategis, yakni berdekatan dengan dermaga, sehingga kerap kali digunakan sebagai tempat persinggahan sementara bagi sultan-sultan yang datang ke daerah Pekanbaru.<\/p>\n<h3>2. Rumah Tenun<\/h3>\n<p>Objek wisata rumah tenun ini memiliki jarak sekitar 2,4 km atau sekitar 6 menit perjalanan menggunakan kendaraan dari Istana Hinggap Pekanbaru. Rumah ini merupakan tempat produksi kain tenun khas Melayu yang diproduksi masih dengan cara tradisional dan tanpa mesin. Wisatawan yang datang, dapat membeli atau juga secara langsung ikut dalam proses pembuatan kain tenun.<\/p>\n<h3>3. Kimteng Lama<\/h3>\n<p>Bukan hanya <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/tempat-bersejarah-riau\">objek wisata sejarahnya<\/a> saja yang menarik untuk dikunjungi. Pekanbaru juga memiliki objek wisata kuliner yang wajib Anda coba ketika ada di Pekanbaru. Salah satunya yaitu Kimteng Lama, sebuah kedai kopi legendaris yang merupakan tempat yang harus dikunjungi bagi Anda para penggemar kopi. Lokasinya pun sangat dekat dengan istana, yakni sekitar 350 m saja.<\/p>\n<h3>4. Pasar Bawah<\/h3>\n<p>Berkunjung ke Pekanbaru, belum lengkap rasanya apabila belum menyambangi Pasar Bawah. Pasar ini memiliki sajian beragam souvenir dan oleh-oleh cantik yang dapat Anda beli sebelum pulang ke daerah masing-masing. Barang lain yang juga bisa Anda temukan di pasar ini diantaranya berbagai pakaian, sembako, alat elektronik, dan benda-benda klasik lainnya yang cocok dijadikan oleh-oleh.<\/p>\n<p>Itulah beberapa informasi yang berkaitan tentang Istana Hinggap Sultan Siak di Pekanbaru. Selain hanya liburan, Anda juga dapat belajar banyak hal mengenai sejarah. Semoga dengan adanya ulasan ini dapat semakin menambah referensi liburan Anda di Pekanbaru.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harga Tiket: Rp 10.000; Map: Cek Lokasi Alamat: Kampung Bandar, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2107,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[16],"class_list":["post-382","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-riau","tag-istana-kerajaan","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=382"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2108,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382\/revisions\/2108"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=382"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=382"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=382"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}