{"id":671,"date":"2023-08-18T08:24:17","date_gmt":"2023-08-18T01:24:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/?p=671"},"modified":"2023-08-21T10:05:29","modified_gmt":"2023-08-21T03:05:29","slug":"museum-situs-kota-cina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-situs-kota-cina","title":{"rendered":"Museum Situs Kota Cina &#8211; Sejarah, Koleksi, Lokasi &#038; Ragam Aktivitas"},"content":{"rendered":"<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\" valign=\"top\" bgcolor=\"#ea5b7f\" width=\"auto\"><span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Harga Tiket: <\/strong>Rp 12.000; <strong>Map:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/goo.gl\/maps\/2twS3pbRyX2aAUUM6\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><strong><span style=\"color: #0d0d0d;\">Cek Lokasi<\/span><\/strong><\/a><br \/>\n<span style=\"color: #ffffff;\"><strong>Alamat:<\/strong> Jl. Kota Cina, Paya Pasir, Kec. Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Mendatangi situs bersejarah menjadi aktivitas yang menyenangkan, terlebih bagi anda yang suka menelisik kisah masa lampau. Museum Situs Kota Cina bisa menjadi pilihan saat anda datang ke Kota <a href=\"https:\/\/www.andalastourism.com\/tempat-wisata-medan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Medan<\/a>. Di dalam museum tersebut banyak sekali benda benda yang menjadi saksi bisu saat perdagangan antara penduduk setempat dengan imigran asal Tiongkok sedang berlangsung.<\/p>\n<p>Para imigran tersebut memang datang ke Nusantara untuk berbisnis di kawasan pelabuhan laut. Beberapa benda yang berhubungan dengan masa tersebut disimpan dengan baik di dalam museum. Anda bisa datang dengan ojek atau kendaraan sewa karena memang tidak ada kendaraan umum yang langsung bisa mengantar anda sampai di depan bangunannya.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #212121;color:#212121\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-situs-kota-cina\/#Sejarah_Museum_Situs_Kota_Cina\" >Sejarah Museum Situs Kota Cina<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-situs-kota-cina\/#Koleksi_Museum_Situs_Kota_Cina\" >Koleksi Museum Situs Kota Cina<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-situs-kota-cina\/#Alamat_Rute_Lokasi_dan_Tiket_Masuk\" >Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-situs-kota-cina\/#Aktivitas_yang_Menarik_Dilakukan_Pengunjung\" >Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/museum-situs-kota-cina\/#Objek_Wisata_Dekat_Museum_Situs_Kota_Cina\" >Objek Wisata Dekat Museum Situs Kota Cina<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Museum_Situs_Kota_Cina\"><\/span>Sejarah Museum Situs Kota Cina<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2502\" aria-describedby=\"caption-attachment-2502\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-2502 size-full\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sejarah-Museum-Situs-Kota-Cina.webp\" alt=\"Sejarah Museum Situs Kota Cina\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sejarah-Museum-Situs-Kota-Cina.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sejarah-Museum-Situs-Kota-Cina-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2502\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/106057004199772425172\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Tjiunggu Tjermin<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Museum ini didirikan oleh sejarawan bernama Ichwan Azhari di tahun 2008. Beliau adalah dosen jurusan sejarah dari Universitas Negeri Medan. Baru setahun setelahnya yaitu di tahun 2009, museum tersebut diresmikan oleh pemerintah. Tujuan utama mengapa museum peninggalan ini didirikan adalah untuk menyimpan sejarah yang menjadi bagian dari peradaban di Medan.<\/p><!--CusAds0-->\n<p>Keberadaan museum ini berada di situs Kota Cina Medan yang menjadi bagian dari situs arkeolog. Destinasi tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 1986 silam. Bahkan masih di tempat yang sama, terdapat sebuah arca kuno yang ditemukan saat penggalian tanah dengan alat berat. Terkuburnya sejarah Kota Cina belum selesai tergali hingga saat ini.<\/p>\n<p>Dari kabar yang didapat, di wilayah pesisir Medan terdapat sebuah kerajaan yang makmur. Bahkan terdapat pelabuhan laut internasional yang dihuni oleh imigran Tiongkok. Kebanyakan bangsa Cina datang ke Nusantara dengan harapan untuk mencari peruntungan hidup yang jauh lebih baik dengan cara berdagang. Peninggalan mereka banyak disimpan di Museum Situs Kota Cina.<\/p>\n<p>Transaksi yang dilakukan oleh masyarakat di masa lampau diantaranya adalah berupa guci, keramil, tembikar, rempah, dan termasuk arca berlanggam chola yang diperjual belikan. Dibalik kejayaannya, kondisi geografis yang berubah karena pendangkalan membuat pelabuhan dipindah ke kawasan Bandar Labuhan Deli yang hanya berjarak 3 KM dari situs kota cina.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Koleksi_Museum_Situs_Kota_Cina\"><\/span>Koleksi Museum Situs Kota Cina<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_683\" aria-describedby=\"caption-attachment-683\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-683\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Koleksi-Museum-Situs-Kota-Cina.jpg\" alt=\"Koleksi Museum Situs Kota Cina\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Koleksi-Museum-Situs-Kota-Cina.jpg 750w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Koleksi-Museum-Situs-Kota-Cina-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-683\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/113438890175060524116\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Tonny<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<h3>1. Koin-Koin Kuno<\/h3>\n<p>Sebagai wilayah perdagangan, tidak heran rasanya jika koin menjadi benda yang paling banyak ditemukan di situs kota Cina. Koin koin tersebut sudah berumur ratusan tahun, bahkan disinyalir ada yang lebih dari 1000 tahun yang lalu. Bentuknya unik dan jauh berbeda dengan koin yang saat ini digunakan sebagai alat tukar.<\/p>\n<p>Koin tersebut memiliki lubang di bagian tengahnya. Umumnya masyarakat dikala itu menyimpan koin di dalam sebuah kantong dan mengikatnya dengan sebuah benang. Ukuran koin tersebut cukup beragam. Di sisi koin terdapat beberapa keterangan yang memudahkan anda untuk mengetahui koin apakah itu. Semua koleksi itu disimpan dengan baik agar kondisinya masih terjaga.<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<h3>2. Tulang Beberapa Hewan<\/h3>\n<p>Selian koin, di Museum Situs Kota Cina juga terdapat beberapa koleksi berupa tulang hewan yang ditemukan di sekitaran Situs Kota Cina. Meskipun hanya tulang, namun banyak informasi yang bisa ditemukan darinya. Arkeolog bisa melihat seberapa jauh timeline waktu dari peradaban Tiongkok yang ada di kawasan pelabuhan sata itu.<\/p>\n<h3>3. Kayu Bekas Kapal<\/h3>\n<p>Karena Situs Kota Cina dulunya adalah pelabuhan internasional, maka peninggalan berupa kayu bekas kapal adalah hal yang lumrah. Beberapa kayu tersebut diperkirakan berasal dari kapal kapal imigran Tiongkok yang sata itu dibangun pada masa Dinasti Ming. Meskipun kondisi kayunya sudah tidak utuh, namun benda tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi.<\/p>\n<h3>4. Porselen Kuno Asal Tiongkok<\/h3>\n<p>Tembikar, porselen, dan beberapa arca berlanggam chola adalah benda yang banyak dijual di masa lampau. Benda benda tersebut dikumpulkan dan ditemukan dari rumah penduduk yang ada di kawasan situs. Porselen yang ada di sana memiliki bahan yang khas dan hanya diproduksi di kawasan Tiongkok. Porselen menjadi koleksi yang paling berkesan di dalam Museum Situs Kota Cina.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, penelusuran benda benda bersejarah yang berkaitan dengan Kampung Cina masih terus digali. Harapannya benda benda tersebut bisa memberikan petunjuk kerajaan apa yang dahulu benar benar berkuasa di kawasan tersebut. Mengupas sjearah memang bukan hal yang udha, sehingga diperlukan rekonstruksi dan pemahaman yang dalam seputra kehidupan masyarakat.<\/p><div class=\"412ef0388e40a9cfb2da5d8584572627\" data-index=\"2\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3868879799598030\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block; text-align:center;\"\r\ndata-full-width-responsive=\"true\"\r\n     data-ad-layout=\"in-article\"\r\n     data-ad-format=\"fluid\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-3868879799598030\"\r\n     data-ad-slot=\"9569079082\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alamat_Rute_Lokasi_dan_Tiket_Masuk\"><\/span>Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_684\" aria-describedby=\"caption-attachment-684\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-684\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Alamat-Museum-Situs-Kota-Cina.jpg\" alt=\"Alamat Museum Situs Kota Cina\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Alamat-Museum-Situs-Kota-Cina.jpg 750w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Alamat-Museum-Situs-Kota-Cina-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-684\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/105848461600331139483\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Angga Perdana Official<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<p>Bagi anda yang tertarik untuk datang ke Museum Situs Kota Cina, maka arahkan kendaraan anda ke Jl. Kota Cina, Marelan, Medan, Provinsi <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/sumatra-utara\">Sumatera Utara<\/a>. Untuk sampai ke spot tersebut, anda perlu menggunakan ojek atau kendaraan sewa. Tidak ada kendaraan umum yang bisa mengantar anda sampai di depan museum. Jika turun di jalan besar, maka anda perlu melanjutkan perjalanan sejauh 1 km.<\/p><!--CusAds0-->\n<p>Lokasi museum memang berada di dalam gang sempit yang kira kira hanya bisa dilalui oleh satu mobil. Jika posisi anda ada di Jalan Pelabuhan Belawan II, maka arahkan kendaran menuju Jl. Kol. Yos Sudarso. Perjalanan akan memakan waktu 27 menit. Sepnajang perjalanan anda akan melihat bangunan banguanan tua berasitektur tiongkok yang khas.<\/p>\n<p>Untuk masuk ke Museum Situs Kota Cina, anda tidak perlu menyiapkan budget yang besar. Harga tiketnya hanya Rp 15.000 untuk umum. Namun jika anda adalah pelajar, maka biayanya hanya Rp 5.000. Biaya tersebut tidak jauh dari tarif untuk mahasiswa, yaitu Rp 10.000. Setelah membayar tiket, anda bisa langsung masuk dan melihat koleksi peninggalan sejarah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aktivitas_yang_Menarik_Dilakukan_Pengunjung\"><\/span>Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2503\" aria-describedby=\"caption-attachment-2503\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2503\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Aktivitas-Menarik-Museum-Situs-Kota-Cina.webp\" alt=\"Aktivitas Menarik Museum Situs Kota Cina\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Aktivitas-Menarik-Museum-Situs-Kota-Cina.webp 640w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Aktivitas-Menarik-Museum-Situs-Kota-Cina-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2503\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/101199219483058682118\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Apoteker Bayu Herdi<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<h3>1. Melihat Langsung Jejak Peradaban Tiongkok di Medan<\/h3>\n<p>Keunikan Museum Situs Kota Cina dibandingkan dengan museum nusantara adalah benda peninggalan yang ada di dalamnya. Anda tidak akan melihat arca atau kitab kitab bertuliskan bahasa sansekerta atau bahasa kuno Indonesia, melainkan tulisan aksara Cina di masa lampau. Perbedaan budaya antara Indonesia dengan tiongkok terlihat jelas dari benda yang ditinggalkannya.<\/p>\n<p>Tidak heran jika aktivitas pertama yang wajib anda lakukan disana adalah melihat setiap koleksi museum secara detail. Meskipun sederhana, namun kegiatan tersebut akan membawa anda lebih mudah memahami sisi <a href=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/tempat-bersejarah-medan\">sejarah Kota Medan<\/a>. Setiap barang koleksi juga sudah dirawat dengan baik agar para pengunjung bisa melihatnya dengan nyaman.<\/p>\n<h3>2. Berfoto Dengan Beberapa Barang Koleksi<\/h3>\n<p>Jika tujuan anda datang ke Museum Situs Kota Cina adalah untuk berlibur, maka tidak ada salahnya jika mengambil beberapa foto dengan barang koleksi yang ada di sana. Namun peru anda ingat, jangan pernah menyentuh atau memindah barang koleksi diluar izin dari penjaga museum. Ditakutkan barang menjadi rusak mengingat umur dari koleksi tersebut sudah mencapai ratusan tahun.<\/p>\n<h3>3. Menelisik Lebih Jauh Informasi Seputar Sejarah<\/h3>\n<p>Di dalam museum ada petugas yang bertugas penjelasan detail setiap koleksi. Keberadaan mereka sangat membantu anda yang memang ingin mengerti kisah apa yang ada dibalik benda tersebut. Anda tidak perlu ragu untuk bertanya, karena si penjaga museum pun tidak keberatan untuk memandu para tamu. Kondisi museum juga tidak terlalu ramai sehingga lebih nyaman untuk belajar.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Objek_Wisata_Dekat_Museum_Situs_Kota_Cina\"><\/span>Objek Wisata Dekat Museum Situs Kota Cina<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_686\" aria-describedby=\"caption-attachment-686\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-686\" src=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Tjong-A-Fie-Mansion.jpg\" alt=\"Tjong A Fie Mansion\" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Tjong-A-Fie-Mansion.jpg 750w, https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Tjong-A-Fie-Mansion-300x180.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-686\" class=\"wp-caption-text\">Photo by <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/contrib\/111387715777757640405\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Maruhal Mangasi<\/a> \/ Google Maps<\/figcaption><\/figure>\n<h3>1. Tjong A Fie Mansion<\/h3>\n<p>Destinasi pertama yang wajib anda kunjungi setelah dari museum adalah Tjong A Fie Mansion. Perjalanan untuk sampai kesana memakan waktu sekitar 50 menit dengan jarak tempuh sejauh 19,6 km. meskipun hampir satu jam, namun detsiansi ini termasuk dekat dibandingkan destinasi yang lain. Nuansa museum dan Tjong A Fie Mansion juga masih saling berhubungan.<\/p>\n<h3>2. Maha Vihara Adhi Maitreya<\/h3>\n<p>Jika berbicara tentang tempat ibadah etnis Tionghoa di medan, maka Maha Vihara Adhi Maitreya menjadi spot yang tepat. Vihara ini bernuansa campuran antara Tionghoa dan Budha. Lokasinya berada di Jl. Cemara Boulevard Utara Medan. Rute untuk sampai kesana sebenarnya lumayan jauh dari museum, namun masih dalam satu kota yang sama.<\/p>\n<h3>3. Kawasan Pecinan Jalan Sehat Panjang Medan<\/h3>\n<p>Wisata kuliner selalu menjadi aktivitas yang tidak pernah membosankan. Setelah menelisik peninggalan bangsa Tiongkok di Museum Situs Kota Cina, tidak ada salahnya jika anda mampir ke kawasan pecinan. Banyak sekali jajanan unik yang akan anda temukan di sana. Kebanyakan warung berkonsep outdoor sehingga anda bisa melihat aktivitas masyarakat medan di malam hari.<\/p>\n<h3>4. Masjid Lama Gang Bengkok<\/h3>\n<p>Datang ke Masjid Lama Gang Bengkok bisa menjadi bagian dari perjalanan wisata setelah dari Museum. Masjid ini didirikan pada tahun 1880 an oleh Tjong A Fie. Beliau memang seorang saudagar yang cukup terkenal di Medan. Karena Pada dasarnya Tjong A Fie berdarah tiongkok, maka bangunan masjid juga memiliki sentuhan Cina.<\/p>\n<p>Tidak heran jika banyak sekali masyarakat yang penasaran bagaimana wujud perpaduan budaya yang hadir di dalam Masjid. Hingga saat ini masjid unik itu masih berfungsi, sehingga anda bisa sambil beristirahat dan sholat. Untuk masuk kesana juga tidak ada biaya apapun, namun terkait dengan retribusi bisa saja berubah sesuai dengan kebijakan pengelola.<\/p>\n<p>Itulah sekilas informasi yang berkaitan dengan Museum Situs Kota Cina. Perjalanan menjelajah Medan tidak akan cukup jika dilakukan dalam satu malam. Banyak kawasan menairk yang wajin anda datangi. Dengan begitu, semakin banyak cerita yang bisa anda bagikan pada sanak saudara di rumah setelah pulang.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harga Tiket: Rp 12.000; Map: Cek Lokasi Alamat: Jl. Kota Cina, Paya Pasir, Kec. Medan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2502,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[15],"class_list":["post-671","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sumatra-utara","tag-wisata-museum","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=671"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/671\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2504,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/671\/revisions\/2504"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.andalas.net\/history\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}