Sejarah Singkat Candi Lesung BatuI
Photo by Muhammad / Google Maps https://maps.google.com/maps/contrib/106271063987103840152
Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Desa Lesung Batu, Kec. Rawas Ulu, Kab. Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan.

Berwisata dengan mengunjungi tempat bersejarah bisa menjadi agenda yang menyenangkan terlebih jika dilakukan bersama dengan keluarga jika berada di Kabupaten Musi Rawas Utara. Situs tersebut adalah peninggalan klasik yang datang dari era Kerajaan Hindu Budha. Candi ini menjadi bagian sejarah yang tidak ternilai dan bisa anda perkenalkan pada anak.

Hingga saat ini balai penelitian arkeologi masih terus mencari sisa batuan yang diduga sisa reruntuhan candi. Bahkan saat ini sudah ada empat sisa bangunan yang berhasil ditemukan oleh para ahli. Tidak menutup kemungkinan jika ternyata Candi Lesung Batu berukuran lebih besar dibandingkan yang bisa dilihat saat ini. Daripada penasaran, berikut adalah informasi lebih lengkapnya.

Sejarah Singkat Candi Lesung BatuI

Sejarah Singkat Candi Lesung BatuI
Photo by Muhammad / Google Maps

Candi Lesung Batu diperkirakan menajdi bagunan yang digunakan umat hindu untuk beribadah. Proses pembangunannya dilakukan di era Kerajaan Sriwijaya yaitu di sekitar abad ke 10 Masehi. Lesung baru pertama kali diteliti pada tahun 1990 dan saat itu hanya ditemukan sebuah Yoni yang kemudian diasosiasikan sebagai alat kelamin perempuan.

Barula sekitar tahun 2013, Balai Arkeologi Pelembang melakukan penelitian besar besaran atau ekskavasi di situs tersebut. Tidak lama setelahnya ditemukan pondasi bangunan candi yang terbuat dari bahan berupa batu bata. Kemudian di tahun 2014 juga ditemukan sebaran batu candi di area selatan. Hingga saat inim sudah ada empat bagungan candi yang berhasil digali dan masih bisa bertambah.

Daya Tarik Candi Lesung Batu

Daya Tarik Candi Lesung Batu
Photo by Mubarak Andi Pampang / Google Maps

✦ Masih Dalam Tahap Penelitian

Candi Lesung Batu yang mulai diekskavasi pada tahun 2013 masih terus dicari sisa bangunannya. Meskipun sudah ada empat yang ditemukan, para arkeolog masih merasa bahwa kompleks candi ini sejatinya masih lebih luas. Bahkan informasi terkait dengan tata ruang kompleks belum didapat. Kedatangan anda sekarang bisa menjadi saksi pencarian bangunan candi.

BACA JUGA:  6 Tempat Bersejarah di Palembang yang Menarik Dikunjungi

✦ Perbedaan Batuan yang Digunakan

Secara keseluruhan terdapat berbagai jenis batu dan material yang digunakan untuk membangun candi. Bagian pondasi bangunan menggunakan batu bata sedangkan di sisi timurnya didominasi dengan batu napal. Bagi anda yang belum tahu, batu napal merupakan batuan lempung yang mengandung kapur. Disamping itu, ditemukan pula batuan krakal di sekeliling candi.

✦ Banyak Ditemukan Artefak Kuno

Selian batuan, di sekitar situs candi pun banyak ditemukan artefak kuno berupa yoni dan pecahan keramik. Tentu usia dari benda benda tersebut sudah lebih dari 100 tahun. Kendati demikian, motif pecahan keramik masih bisa anda lihat dengan jelas. Untungnya saat ini, candi tersebut sudah diurus dengan baik sehingga telah masuk dalam lingkup pelestarian budaya.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi Candi

Alamat Candi Lesung Batu
Photo by Muhammad / Google Maps

Candi ini berlokasi di Kecamatan Rawas Ulu Musi Rawas Utara, lebih tepatnya di desa Lesung Batu. Untuk sampai di sana, anda perlu menempuh perjalanan ke Sumatera Selatan. Apabila anda memulai perjalanan dari Bandar Udara Silampari, maka perjalanan adalah sekitar 2 jam. Jarak yang pelu ditempuh yaitu 98 km. perjalanan tersebut melalui jalur lintas Sumatera.

Setelah keluar bandara, anda perlu mengambil rute menuju Jl. Cerme untuk sebelum sampai di Jl. Lintas Sumatera atau Jl. Yos Sudarso. Kemudian ikuti jalannya sampai anda berada di Lesung Batu Muda. Perjalanan anda jika sudah masuk kawasan tersebut tidak akan terlalu lama, yaitu hanya sekitar 1,6 km. Perjalanan yang paling jauh adalah saat melintasi Jl. Lintas Sumatera yaitu sampai 91 km.

Harga Tiket Masuk Wisata Sejarah

Harga tiket untuk bisa masuk kawasan Candi Lesung Batu adalah sekitar 5 ribu per orang. Harga tersebut tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan kawasan candi terkenal seperti Prambanan dan Borobudur. Memang pembangunan di sekitar candi untuk kemudian dijadikan tempat wisata masih belum memadai. Kendati demikian, berkunjung ke sana memiliki banyak nilai sejarah.

Selian informasi terkait dengn tiket masuk, anda harus tahu jam berapa lokasi tersebut tetap buka. Menurut informasi yang berhasil didapat, kawasan candi buka mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore waktu setempat. Anda yang datang dari wilayah zona waktu selain WIB perlu menyesuaikan jam agar tidak salah. Adapun waktu terbaik untuk berkunjung adalah di pagi hari.

BACA JUGA:  Masjid Cheng Ho Palembang - Sejarah, Daya Tarik & Ragam Aktivitas

Kegiatan yang Menarik Dilakukan

Aktivitas Candi Lesung Batu
Photo by Mubarak Andi Pampang / Google Maps

1. Belajar Sejarah Candi Lesung Batu

Menggali informasi seputar sejarah merupakan hal yang menyenangkan dan menarik. Hal tersebut bisa anda lakukan saat berkunjung di Candi Lesung Batu. Di sana sudah ada petugas yang bisa anda mintai keterangan. Agar liburan lebih santai, anda bisa mengajak beliau untuk ngobrol dan bertukar ilmu seputar candi, terlebih sejarah dan perkembangannya.

2. Berpetualang di Kawasan Candi

Kawasan candi ini memilili empat banguann yang telah ditemukan. Oleh karena itu, area candi lumayan luas meskipun tidak sebesar candi Borobudur. Anda bisa melihat setiap sisi candinya sambil menikmati pemandangan pohon karet yang berada di sekeliling situs. Meskipun tujuan anda adalah berlibur, bukan berarti anda bisa berperilaku sesuka hati.

Anda harus menghargai tempat tersebut dan tidak merusak. Di sekeliling candi banyak sekali tumpukan material sisa candi yang tidak boleh dicoret coret atau diambil. Sangat disayangkan jika situs candi malah rusak karena banyaknya pengunjung yang datang dan bersikap kurang baik. Anda hanya perlu mengagumi dan menikmati pemandangannya saja.

3. Mengambil Gambar Artefak

Sebelumnya sudah sempat disinggung bahwa di sekitar Candi Lesung Batu ditemukan artefak berupa pecahan keramik dan yoni. Anda bisa mengambil gambar artefak tersebut dengan menggunakan kamera maupun ponsel. Benda tersebut berusia ratusan tahun sehingga layak untuk diabadikan dan dikagumi. Artefak tadi juga menjadi bagian dari peninggalan keagungan masa lalu di Indonesia.

Fasilitas Wisata yang Tersedia

Fasilitas Candi Lesung Batu
Photo by Muhammad / Google Maps

1. Tempat Parkir

Saat berkunjung ke Candi Lesung Batu, anda tidak perlu pusing dimana meletakkan kendaraan. Sudah ada tempat parkir yang bisa dipakai, baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Namun tetap saja ada biaya retribusi yang harus dibayar oleh pengunjung. Kendati demikian, harga parkirnya ini masih rasional dan sama seperti tarif parkir di lokasi wisata yang lain.

2. Dekat Lokasi Wisata Kuliner

Kawasan Candi Lesung Batu muda memiliki banyak sekali fasilitas yang cocok untuk para wisatawan. Salah satu fasilitas tersebut adalah berupa warung kuliner khas Sumatera Selatan. Anda bisa melakukan santap siang setelah berwisata di destinasi bersejarah ini. Harga menunya tidak terlalu mahal namun rasanya special dan enak di mulut.

BACA JUGA:  Candi Solok Sipin - Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

3. Penginapan

Sejatinya tidak banyak fasilitas yang ada di kawasan candi. Namun di wilayah sekitar ada banyak homestay atau penginapan yang bisa anda gunakan. Dengan begitu, anda bisa beristirahat dengan nyaman setelah lelah menempuh perjalanan. Akan lebih baik jka anda memesan homestay yang dekat dengan kawasan candi secara online.

Sejatinya informasi terkait dengan Candi Lesung Batu belum terlalu banyak dibahas. Kendati demikian, bukan berarti bahwa tempat tempat tersebut tidak layak dijadikan tempat berlibur. Anda harus menyempatkan diri untuk datang dan melihat langsung bagaimana wujud candi yang berhasil ditemukan. Biaya masuknya juga murah sehingga tidak akan menyakiti dompet anda.

Avatar photo

Aditya Pratama

Penulis yang suka jalan-jalan ke tempat yang baru dan bertemu orang baru. Hal yang selalu dilakukan adalah mencari tiket murah, backpacker ke tempat asing, dan menonton drama Korea.

Bagikan:

Artikel Terkait