| Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi Alamat: Jl. KH. Azhari, 7 Ulu, Kec. Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan. |
Berlibur di Kota Palembang sepertinya kurang afdol jika tidak mampir ke Kampung Kapitan. Kampung ini berada di kawasan tepi Sungai Musi. Di area perkampungan, Anda akan menemukan berbagai keunikan disertai sejarah yang menarik terkait munculnya pemukiman ini. jadi jika ingin mengetahuinya, kunjungi saja kampung yang ada di Palembang ini.
Tidak hanya itu saja, yang membuat perkampungan ini menarik adalah karena terdapat beberapa peninggalan dari Tionghoa. Biasanya saat perayaan Imlek atau Tahun Baru China dan Cap Go Meh, destinasi wisata ini begitu ramai. Ada banyak wisatawan dari lokal dan luar kota yang datang berkunjung untuk melihat dua perayaan tersebut.
Kampung Kapitan bisa dibilang salah satu spot wisata terbaik dengan harga terjangkau jika Anda menghabiskan waktu berlibur di Kota Palembang. Jadi tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam jika ingin pergi ke destinasi wisata ini. Menariknya lagi, ada banyak wisata sejarah dan spot-spot menarik yang bisa Anda temukan saat berada disini.
Daya Tarik yang Dimiliki Kampung Kapitan

✦ Mengusung Gaya Arsitektur Cina
Kampung Kapitan menyimpan banyak keunikan yang tidak ditemukan pada tempat-tempatwisata lainnya. Salah satu yang menarik dari area pemukiman ini adalah mengusung gaya arsitektur khas China. Anda akan menemukan 3 rumah yang usianya lebih dari 300 tahun dengan dinding yang kokoh.
Ketiga rumah tersebut adalah bangunan Sang Kapitan serta para keturunannya. sampai sekarang ini, keturunannya masih ada di kawasan perkampungan ini bahkan sudah mencapai keturunan yang ke-13. Dari informasi warga sekitar, 3 rumah memiliki fungsi yang berbeda, satu untuk abu para leluhur dan dua sebagai hunian dan tempat ibadah.
✦ Warna Merah Mendominasi
Selain itu, Anda juga akan menemukan warna merah yang mendominasi. Apalagi di bagian interior pada ketiga rumah yang ada di area wisata ini. menjadi hal wajar jika warna merah terlihat mencolok. Sebab sebagian besar kelenteng Tionghoa akan menggunakan warna merah pada bangunan rumahnya.
Jika Anda pernah melihat bangunan-bangunan Tionghoa seperti klenteng, pasti warna yang mendominasi bangunan adalah warna merah. Jadi jika menemukan banyak warna merah, itu adalah ciri dari bangunan Tionghoa.
✦ Pagoda dari Taiwan
Di Kampung Kapitan, Anda akan menemukan pagoda asli yang berasal dari Taiwan. Pagoda tua yang ada disini adalah pemberian dari orang Taiwan. Jika ingin melihatnya, Anda harus pergi dulu ke halaman kompleksnya.
Tapi ada kabar yang mengatakan jika pagoda ini sudah merusak hadiah yang diberikan oleh Menteri Budaya Taiwan. Jika ingin mendapatkan informasinya lebih lanjut, tidak ada salahnya mengunjungi langsung tempat wisata bersejarah ini.
✦ Lukisan Sang Kapitan
Satu lagi yang menjadi daya tarik dari tempat ini adalah terdapat lukisan Sang Kapitan. Yang menarik dari lukisan ini adalah matanya seakan-akan mengikuti wisatawan yang melihatnya. Tidak hanya di bagian mata saja tapi juga sepatu.
Jadi jika nanti Anda berkunjung kesini tidak perlu heran lagi. Karena keunikan ini membuat orang-orang tertarik untuk datang dan melihatnya secara langsung. Apalagi lukisan tersebut sudah lama dibuat.
Alamat dan Rute Menuju Kampung

Kampung Kapitan berada di 7 Ulu, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Lokasinya bisa dilihat dari pinggiran sungai musi. Jadi jika berada di dekat Sungai Musi, Anda bisa melihat jelas perkampungan ini karena letaknya berada di pusat keramaian. Jika ingin tiba kesini, silahkan gunakan dua jalur yakni jalur sungai dan jalur darat. Silahkan pilih yang aksesnya paling mudah.
Jika berada di Pasar 7 Ulu maka Anda bisa memulai perjalanan melalui jalur darat. Setelah itu, jika menemukan simpang 3 sebaiknya belok ke kanan. Tidak begitu jauh dari belokan, Anda sudah bisa melihat papan petunjuk jalan dengan tulisan nama dari lokasi tujuan Anda. Tapi jalur sungai dinilai lebih cepat sebab hanya perlu menyebrang sungai dengan waktu 5 menit.
Buat yang tertarik untuk menggunakan jalur sungai, sebaiknya parkirkan kendaraan dulu di Benteng Kuto Besak. Tapi jika Anda berasal dari luar kota dan tidak memiliki kendaraan, tidak ada salahnya untuk menyewa. Karena biasanya ada banyak tempat sewa mobil dengan pilihan paket yang beragam di dalamnya.
Harga Tiket Masuk Wisata Sejarah
Kampung Kapitan termasuk salah satu tempat wisata favorit orang-orang saat berada di Kota Palembang. Karena selain banyak pemandangan yang unik dan khas, untuk masuk ke dalam area pemukiman tidak perlu mengeluarkan rogoh kocek yang mahal. Hanya dengan 5 ribu per orang saja, Anda sudah bisa masuk ke dalam lokasi wisata.
Nah, bagi wisatawan yang datang dengan naik getek, maka biaya yang harus dikeluarkan adalah 25 ribu per unit atau 10 orang. Jadi sangat murah sekali dan Anda bisa menghabiskan waktu yang lama saat berada di kampung ini. Tapi jangan lupa untuk membawa uang yang lebih karena akan ada banyak makanan lezat yang akan Anda temukan nanti.
Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan

1. Melihat Rumah-Rumah yang Berbaris Rapi
Ada banyak kegiatan menarik yang bisa Anda lakukan saat berada di Kampung Kapitan. Kegiatan pertama adalah melihat rumah-rumah yang berbaris rapi. Rumah di area perkampungan ini memiliki kekhasan tersendiri sebab desainnya mendapatkan campuran dari budaya cina dan Palembang.
Dulunya terdapat tiga rumah yang berbaris rapi serta menghadap langsung ke Sungai Musi. Tapi karena tidak ada perawatan yang dilakukan, rumah-rumah tersebut kondisinya sangat memprihatinkan. Hal ini dikarenakan biaya yang terkendala dan faktor-faktor lainnya.
2. Melihat Rumah Tua dengan Nilai Seni yang Tinggi
Selain itu, para pengunjung juga bisa melihat rumah tua di Kampung Kapitan tapi dengan nilai seni yang tinggi. Struktur bangunan rumah yang ada di area perkampungan masih mendapatkan pengaruh budaya Tiongkok dan Palembang. Hal itu dapat dilihat pada bagian dalam rumah maupun terasnya. Banyak pengunjung menjadikan rumah tua ini sebagai spot foto mereka.
Rumah-rumah di area wisata ini mendapatkan perpaduan dari dua budaya. Sebab di akhir pemerintahannya, masyarakat Tionghoa membaur dengan masyarakat Palembang asli melalui pengaruh budaya dan perkawinan. Dan hal itu mereka wujudkan dengan membangun rumah tinggal dalam bentuk yang unik dan khas dari dua budaya tersebut.
3. Menyaksikan Acara-Acara yang Digelar di Kampung Kapitan
Ternyata, para wisatawan yang datang ke Kampung Kapitan bisa melihat serangkaian acara yang menarik disini salah satunya adalah acara Cap Go Meh. Karena itu banyak masyarakat mengunjungi destinasi wisata ini saat momen-momen tertentu. Selain lebih ramai, ada banyak event yang diselenggarakan disini.
Biasanya acara Cap Go Meh dan acara-acara yang berkenaan dengan budaya Tionghoa lain diadakan di setiap tahunnya. Jadi tak heran jika kampung ini tidak pernah sepi dari pengunjung terutama saat musim libur tiba. Jika Anda punya waktu luang di akhir pekan ini, tidak ada salahnya mampir kesini meski sedang tidak ada event yang diselenggarakan.
Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Kampung

Beragam fasilitas bisa Anda temukan dengan mudah saat berada di kompleks wisata ini. Fasilitas tersebut mulai dari bangunan masjid. Wisatawan bisa menggunakan bangunan ini untuk menjalankan ibadah sholat. Lokasinya sendiri berada di tengah pemukiman. Dengan adanya bangunan masjid tentu membuat Kampung Kapitan menjadi semakin unik.
Selain itu, di kompleks wisata ini juga, Anda akan temukan fasilitas lain yaitu foodcourt dan pusat wisata kuliner yang khas. Ada juga restoran yang cukup populer di area wisata. Jadi jika sudah terasa lapar, sebaiknya singgahlah sejenak dan rasakan kelezatan dari makanan-makanan khas Kota Palembang.
Nah, bagi yang ingin membeli oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman, tidak perlu khawatir. Karena disini sudah tersedia pusat kuliner maupun oleh-oleh untuk Anda beli nanti. Harganya sangat terjangkau. Jadi tidak perlu khawatir jika biaya yang dikeluarkan untuk oleh-oleh nanti akan merogoh kocek Anda terlalu dalam.
Kampung Kapitan adalah salah satu destinasi wisata yang populer di Kota Palembang. Jadi tidak lengkap rasanya jika Anda tidak singgah kesini saat berlibur ke kota yang khas dengan pempek ini. Tidak hanya menyenangkan saja, tapi kampung ini adalah tempat bersejarah sehingga harus selalu dijaga dengan sebaik-baiknya.














